Rido Alfatri
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Rokania

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan Bahasa Sarkasme di Pasar Tradisional pada Desa Rambah Kecamatan Rambah Hilir Rido Alfatri; Hermawan Hermawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 3 (2026): Desember (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kebahasaan dalam interaksi jual beli di ruang publik tradisional yang kaya akan tuturan lisan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bentuk serta jenis penggunaan bahasa sarkasme dalam interaksi verbal antara pedagang dan pembeli di Pasar Tradisional Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir. Data penelitian berupa 50 tuturan sarkastik yang dikumpulkan pada bulan Juli 2026 melalui teknik dokumentasi dan kepustakaan. Instrumen utama penelitian adalah peneliti sendiri yang dibantu alat perekam dan pencatat data. Analisis data dilakukan secara induktif berbasis teori Elizabeth Camp (2011) yang membagi sarkasme menjadi sarkasme proposisi, leksikal, dan ilokusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis sarkasme tersebut ditemukan dalam aktivitas pasar. Sarkasme proposisi menjadi jenis yang paling dominan dengan 41 data (82%), karena partisipan tutur cenderung mengontraskan pernyataan dengan realitas melalui analogi absurd dan hiperbola. Sarkasme leksikal ditemukan sebanyak 6 data (12%) melalui pembalikan makna kata bernilai positif untuk mengindikasikan kondisi sebaliknya. Sementara itu, sarkasme ilokusi muncul sebanyak 3 data (6%) yang terealisasi melalui ketidaktulusan ekspresi atau tindak tutur. Secara sosiolinguistik, tutur sarkastik diungkapkan menggunakan perpaduan Bahasa Indonesia tidak baku dan dialek Melayu Riau lokal. Tuturan tersebut tidak memicu konflik sosial karena didukung oleh shared background knowledge dan kedekatan emosional masyarakat. Sarkasme di Pasar Tradisional Desa Rambah bertransformasi menjadi instrumen sosiopragmatis yang berfungsi sebagai strategi tawar-menawar, sarana pelepasan emosi, dan hiburan verbal untuk mempererat keakraban interaksi.