Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama terjadinya stroke. Stroke dapat meyebabkan kecacatan hingga kematian, dan sebagian besar kasusnya disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Wilayah kerja Puskesmas Lere masih banyak penderita hipertensi dengan tingkat pengetahuan yang rendah mengenai pencegahan stroke. Kurangnya pemahaman ini meningkatkan risiko komplikasi, sehingga diperlukan intervensi berupa pendidikan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan pencegahan stroke pada penderita hipertensi di Puskesmas Lere dan Wilayah Kerja Puskesmas Lere. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest (Quasy-eksperimental). Intervensi yang diberikan berupa pendidikan kesehatan menggunakan leaflet. Populasi penelitian ini berjumlah 530 orang dan sampel sebanyak 41 orang yang diperoleh menggunakan rumus slovin (15%), dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami tingkat pengetahuan kurang 46.3% dan tingkat pengetahuan baik 19.5%. Setelah intervensi, pengetahuan responden meningkat menjadi kategori tingkat pengetahuan baik 48.8%, dan sebagian kecil dalam kategori tingkat pengetahuan kurang 12.2%. Hasil uji wilcoxon menunjukkan p-value sebesar 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan responden. Pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan stroke pada penderita hipertensi di Puskesmas Lere dan Wilayah Kerja Puskesmas Lere. Disarankan kepada pihak puskesmas dan instansi terkait untuk rutin melaksanakan pendidikan kesehatan guna meningkatkan dan mencegah komplikasi lebih lanjut pada penderita hipertensi.