Kehamilan merupakan periode yang disertai perubahan fisik dan psikologis yang kompleks serta memerlukan adaptasi yang baik dari ibu. Kondisi psikologis ibu hamil dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara struktur keluarga dengan kondisi psikologis ibu hamil. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian dilakukan pada empat Puskesmas di Kota Denpasar yaitu Puskesmas I Kecamatan Denpasar Timur, Puskesmas II Kecamatan Denpasar Barat, Puskesmas III Kecamatan Denpasar Utara, dan Puskesmas IV Kecamatan Denpasar Selatan yang dilaksanakan pada Bulan Februari-Maret 2026. Sampel sebanyak 105 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner struktur keluarga dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komisi Etik Penelitian ITEKES Bali tanggal 22 Desember 2025 (Ethical Clearance No. 04.500/KEP-ITEKES-BALI/XI/2025 tanggal 22 Desember 2025). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada dalam keluarga inti (61,0%) dan tidak mengalami gejala depresi (38,1%), namun terdapat 36,2% responden dengan risiko tinggi depresi. Hasil uji menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara struktur keluarga dengan kondisi psikologis ibu hamil (p-value = 0,033). Dukungan keluarga yang optimal diperlukan untuk menjaga kesehatan mental ibu selama kehamilan. Peran keluarga sebagai faktor protektif dalam kesehatan mental ibu hamil serta menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk mengembangkan intervensi berbasis keluarga dalam pelayanan kebidanan dan meningkatkan kualitas pelayanan maternal.