Nalsa Cintya Resti
Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendekatan Deep Learning dan Contextual Teaching and Learning Berbantuan Wayground: Efektivitasnya terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Deva Putri Sari; Muhammad Khoiril Akhyar; Nalsa Cintya Resti
JES-MAT: Jurnal Edukasi dan Sains Matematika Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jes-mat.v12i2.96

Abstract

Banyak siswa kelas XI memandang matematika sebagai kumpulan prosedur yang berdiri sendiri, sehingga kemampuan mereka mengaitkan antartopik, menghubungkan matematika dengan disiplin lain, dan menerapkannya dalam situasi sehari-hari masih terbatas. Penelitian eksperimen semu ini membandingkan kemampuan koneksi matematis siswa yang belajar melalui Contextual Teaching and Learning (CTL) yang diintegrasikan dengan prinsip Deep Learning berbantuan platform kuis Wayground dengan siswa yang belajar melalui direct instruction pada materi regresi linear metode kuadrat terkecil. Desain Nonequivalent Control Group melibatkan dua kelas utuh kelas XI SMA Negeri 1 Kandat (masing-masing n = 35) yang diampu guru matematika yang sama, dengan dua pertemuan perlakuan di antara pretest dan posttest. Kemampuan koneksi matematis diukur menggunakan tes uraian yang divalidasi tiga pakar dengan hasil Aiken's V sebesar 0,96 untuk pretest dan 0,97 untuk posttest, yang mencakup tiga indikator, yaitu menghubungkan antartopik matematika, mengaitkan matematika dengan disiplin ilmu lain, dan mengaitkan matematika dengan kehidupan sehari-hari. Skor pretest kedua kelas tidak berbeda (Mann-Whitney U = 605,5; p = 0,933). Pada posttest, kelas eksperimen memperoleh skor lebih tinggi (median 83 berbanding 79; U = 400,0; Z = -2,541; p = 0,011; r = 0,30) dengan ukuran efek sedang. Rerata N-Gain kelas eksperimen 0,78 dan kelas kontrol 0,70 (t(68) = 4,111; p < 0,001; d = 0,98). Efek terstandar tergolong besar, tetapi selisih mentahnya setara sekitar delapan poin persentase dari peningkatan yang masih mungkin dicapai, dan rerata kedua kelas sama-sama berada di dekat batas 0,70 antara kategori sedang dan tinggi. Karena intervensi diberikan sebagai satu paket pada kelas yang tidak diacak, temuan ini menunjukkan asosiasi, belum menjadi bukti kausal yang kuat, dan tidak memisahkan kontribusi tiap komponen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perpaduan konten kontekstual, refleksi yang terarah, dan kuis digital berumpan balik seketika layak dipertimbangkan sebagai rancangan pembelajaran statistika di SMA. Guru disarankan mengaitkan setiap langkah perhitungan dengan konteks yang dekat dengan siswa, menyediakan waktu refleksi yang cukup, dan memakai Wayground sebagai pelengkap diskusi, sedangkan penelitian lanjutan disarankan memakai durasi perlakuan lebih panjang, sampel acak atau lintas sekolah, serta desain yang memisahkan kontribusi tiap komponen.