Anak merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan sehingga memerlukan edukasi perlindungan diri sejak usia sekolah dasar sebagai upaya pencegahan. Berdasarkan hasil observasi di SD Negeri 094124 Bosar Maligas, Nagori Adil Makmur, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, masih ditemukan keterbatasan pemahaman peserta didik mengenai batasan tubuh, sentuhan yang aman dan tidak aman, serta langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi yang membahayakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keberanian peserta didik dalam melindungi diri melalui program edukasi “Aku Berani Menjaga Diriku.” Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) dengan tahapan persiapan, penyampaian materi, simulasi role play, dan evaluasi melalui observasi partisipatif, tanya jawab, serta refleksi peserta. Materi edukasi meliputi pengenalan tubuh pribadi, perbedaan sentuhan baik dan sentuhan tidak baik, penerapan tiga langkah berani (katakan tidak, menjauh, dan bercerita), serta kebiasaan menjaga diri dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mengikuti kegiatan secara aktif, mampu mengidentifikasi bagian tubuh pribadi, membedakan sentuhan yang aman dan tidak aman, serta mempraktikkan langkah perlindungan diri melalui simulasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam membangun kesadaran perlindungan anak di lingkungan sekolah dan menjadi upaya preventif untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.