Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi kenakalan siswa di SMA Negeri 3 Langsa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan terdiri atas tiga guru PAI dan dua siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan dalam proses pembinaan dan penanganan kenakalan siswa. Data dikumpulkan pada Maret–Juli 2026 melalui observasi nonpartisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu dengan membandingkan informasi dari guru dan siswa serta hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi pada waktu berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi preventif dan kuratif yang saling berkaitan. Strategi preventif meliputi internalisasi nilai akhlak, keteladanan, pembiasaan kegiatan keagamaan, dan motivasi. Strategi kuratif dilakukan melalui pendekatan personal dan nasihat, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama guru BK, wali kelas, dan orang tua sesuai kebutuhan penanganan. Guru PAI berperan sebagai pihak awal dalam mengidentifikasi permasalahan, membina siswa secara personal, dan menentukan tindak lanjut bersama pihak terkait. Informan memandang pola pembinaan tersebut membantu mendorong perubahan perilaku siswa secara bertahap. Namun, karena penelitian tidak menggunakan pengukuran kuantitatif atau pemantauan longitudinal, perubahan tersebut tidak dapat dinyatakan sebagai bukti kausal efektivitas strategi.