Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSTRUKSI IDENTITAS DIRI LANANG BUJANA SEBAGAI VOKALIS GRUP MUSIK SEMAYA KOPLO Ni Nengah Wilastri; I Gusti Ngurah Aan Darmawan; I Gede Teguh Heriawan
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.15595

Abstract

ABSTRACT Vocalist identity develops not merely from musical ability but through the intersection of personal experience, social surroundings, and performance situations. This study examines the formation of Lanang Bujana’s identity as the vocalist of Semaya Koplo, focusing on the factors shaping his identity, the process through which it is constructed, and the ways in which it is represented before audiences. A qualitative descriptive approach was employed in Seraya Village, Karangasem, Bali, with Lanang serving as the primary informant and the group manager, band members, close associates, and audience members serving as supporting informants selected purposively. Data were gathered through observation, interviews, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman interactive model through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that musical experience provides the initial foundation, while audience interaction, recognition from the musical group, and the use of verbal and nonverbal symbols shape Lanang’s identity as a communicative vocalist who maintains close relationships with audiences. This construction develops through externalization, objectivation, and internalization, while its representation is negotiated through appearance, musical style, and stage communication. Differences between everyday behavior and stage performance reveal adjustments between the front stage and backstage without eliminating his personal character. Vocalist identity in this context is therefore a dynamic, performative social process rooted in the local cultural context. ABSTRAK Identitas vokalis berkembang bukan semata dari kemampuan musikal, tetapi dari pertemuan pengalaman pribadi dengan lingkungan sosial dan situasi pertunjukan. Penelitian ini menelaah pembentukan identitas Lanang Bujana sebagai vokalis Grup Musik Semaya Koplo dengan memusatkan perhatian pada faktor pembentuk, proses konstruksi, dan cara identitas tersebut direpresentasikan di hadapan penonton. Kajian dilakukan secara deskriptif kualitatif di Desa Seraya, Karangasem, Bali, dengan Lanang sebagai informan utama serta manajer, personel grup, orang terdekat, dan penonton sebagai informan pendukung yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu diolah menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan memperlihatkan bahwa pengalaman bermusik menjadi pijakan awal, sedangkan interaksi dengan penonton, pengakuan lingkungan grup, serta penggunaan simbol verbal dan nonverbal membentuk karakter Lanang sebagai vokalis yang komunikatif dan dekat dengan audiens. Konstruksi tersebut berkembang melalui eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi, sementara representasinya dinegosiasikan melalui penampilan, gaya bermusik, dan komunikasi panggung. Perbedaan perilaku antara ruang keseharian dan panggung memperlihatkan adanya penyesuaian front stage dan backstage tanpa menghilangkan karakter personal. Identitas vokalis dalam konteks ini merupakan proses sosial yang dinamis, performatif, dan berakar pada konteks budaya lokal.