The development of digital technology, particularly artificial intelligence (AI) and gamification, provides opportunities to develop more diverse and interactive Islamic Religious Education (PAI) teaching materials. However, their use still requires pedagogical considerations and teacher involvement to ensure the relevance and quality of teaching materials. This study aims to analyze the use of AI and gamification in developing PAI teaching materials and identify the respective contributions of each to supporting learning. This study employs a qualitative approach using a literature review method. The literature prioritized publications from 2022–2026 that were relevant to the focus of the study, contained verifiable academic and bibliographic information, and were not popular-informative sources. The selection process involved reviewing titles and abstracts, examining content relevance, and verifying bibliographic information, followed by data analysis through identification, categorization, interpretation, and thematic synthesis. The findings show that AI primarily supports the production, development, adaptation, and diversification of teaching materials, whereas gamification is mainly used to enrich presentation and learning experiences, making them more interactive. The two approaches serve different functions but can complement each other, with teachers remaining responsible for directing, selecting, validating, and controlling the quality of teaching materials. The integration of AI and gamification can serve as a conceptual strategy for enriching the development and presentation of PAI teaching materials, although the findings do not constitute empirical evidence of the effectiveness of any particular product or instructional model. Perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan gamifikasi, membuka peluang pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) yang lebih beragam dan interaktif. Namun, pemanfaatannya tetap memerlukan pertimbangan pedagogis serta keterlibatan guru untuk memastikan kesesuaian dan kualitas bahan ajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan AI dan gamifikasi dalam pengembangan bahan ajar PAI serta mengidentifikasi kontribusi masing-masing dalam mendukung pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Literatur yang diprioritaskan adalah publikasi tahun 2022–2026 yang relevan dengan fokus kajian, memiliki informasi akademik dan bibliografis yang dapat diverifikasi, serta bukan sumber populer-informatif. Seleksi dilakukan melalui penelaahan judul dan abstrak, pemeriksaan relevansi isi, dan verifikasi informasi bibliografis, kemudian data dianalisis melalui tahapan identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI terutama mendukung produksi, pengembangan, adaptasi, dan variasi bahan ajar, sedangkan gamifikasi lebih banyak digunakan untuk memperkaya penyajian dan pengalaman belajar agar lebih interaktif. Keduanya memiliki fungsi berbeda tetapi dapat saling melengkapi, dengan guru tetap berperan sebagai pengarah, pemilih, validator, dan pengendali kualitas bahan ajar. Integrasi AI dan gamifikasi dapat menjadi strategi konseptual untuk memperkaya pengembangan dan penyajian bahan ajar PAI, meskipun hasil kajian ini bukan bukti efektivitas empiris suatu produk atau model pembelajaran.