Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN BELAJAR DAN KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK SEBAGAI LANDASAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN Inkha’un Ni’mah; Magfirotul Azizah; Alwi Abdul Aziz; Ilyas Rozak Hanafi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.15976

Abstract

ABSTRACT The analysis of learning needs and learner characteristics is an important stage in instructional planning because learners differ in their prior knowledge, readiness, interests, motivation, experiences, learning profiles, and socio-emotional conditions. This study aims to analyze the findings of a literature review on learning needs and learner characteristics and their implications for instructional planning. The study employs a qualitative research design with a library research approach by reviewing 26 scientific journal articles published between 2021 and 2025 that are relevant to diagnostic assessment, learner characteristics, differentiated instruction, personalized learning, formative feedback, and Universal Design for Learning. The literature synthesis identified four main findings. First, information on learners’ prior knowledge, interests, readiness, and profiles serves as an important basis for determining instructional strategies. Second, diagnostic and formative assessments help teachers obtain data that can be used to adjust instruction. Third, differentiated instruction, personalization, and inclusive instructional design can be used to respond to learner diversity. Fourth, instructional adjustments need to be implemented flexibly and should not treat learning profiles as fixed labels. Based on these findings, the analysis of learning needs should be positioned as an ongoing process that connects learner characteristics with instructional planning, implementation, and adjustment to make learning more responsive, adaptive, and inclusive. Analisis kebutuhan belajar dan karakteristik peserta didik merupakan tahap penting dalam perencanaan pembelajaran karena peserta didik memiliki perbedaan dalam kemampuan awal, kesiapan, minat, motivasi, pengalaman, profil belajar, dan kondisi sosial-emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil kajian literatur mengenai kebutuhan belajar dan karakteristik peserta didik serta implikasinya terhadap perencanaan pembelajaran.  Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui telaah terhadap 26 artikel jurnal ilmiah yang diterbitkan pada periode 2021–2025 dan relevan dengan asesmen diagnostik, karakteristik peserta didik, pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran personal, umpan balik formatif, dan Universal Design for Learning. Hasil sintesis literatur menunjukkan empat temuan utama. Pertama, informasi tentang kemampuan awal, minat, kesiapan, dan profil peserta didik menjadi dasar penting untuk menentukan strategi pembelajaran. Kedua, asesmen diagnostik dan formatif membantu guru memperoleh data yang dapat digunakan untuk menyesuaikan pembelajaran. Ketiga, pembelajaran berdiferensiasi, personalisasi, dan desain pembelajaran yang inklusif dapat digunakan untuk merespons keragaman peserta didik. Keempat, penyesuaian pembelajaran perlu dilakukan secara fleksibel dan tidak menjadikan profil belajar sebagai label tetap. Berdasarkan hasil tersebut, analisis kebutuhan belajar perlu ditempatkan sebagai proses berkelanjutan yang menghubungkan karakteristik peserta didik dengan perencanaan, pelaksanaan, dan penyesuaian pembelajaran agar lebih responsif, adaptif, dan inklusif.
ANALISIS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR NONCETAK & DIGITAL (E-MODUL/FLIPBOOK) Zena Avita; Melinda Agustina Putri; Shinta Nuriyah; Ilyas Rozak Hanafi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.16008

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology in education has encouraged changes in the provision of teaching materials, including in Qur’an and Hadith subjects. Teaching materials that were previously provided mainly in printed form have increasingly been developed in non-print and digital formats, including e-modules and flipbooks. This study aims to analyze the development of non-print and digital teaching materials in the form of e-modules and flipbooks for Qur’an and Hadith subjects based on findings from previous studies. This study employs a descriptive qualitative approach using a literature study method. Data were obtained from various journal articles and academic sources relevant to the development and use of digital teaching materials in Qur’an and Hadith learning and were analyzed through the processes of identification, categorization, comparison, and interpretation of findings from previous studies. The analysis shows that e-modules and flipbooks have the potential to support Qur’an and Hadith learning by presenting materials systematically, attractively, and flexibly, while incorporating multimedia elements and learning activities. Several studies indicate that these digital teaching materials demonstrate good levels of feasibility and practicality and can support the learning process. However, their use still has limitations, particularly in terms of device availability, internet access, technological skills, and the quality of instructional design. Overall, the findings indicate that e-modules and flipbooks have complementary functions in Qur’an and Hadith learning, with e-modules emphasizing the structure and systematic organization of learning materials, while flipbooks emphasize visual and interactive presentation. Thus, the findings show that the development of relevant digital teaching materials is determined not only by the use of technology but also by the suitability of the subject matter, students’ needs, ease of use, and the availability of learning facilities and infrastructure. Perkembangan teknologi digital dalam bidang pendidikan mendorong perubahan dalam penyediaan bahan ajar, termasuk pada mata pelajaran Al-  Qur’an Hadis. Bahan ajar yang sebelumnya banyak menggunakan bentuk cetak mulai dikembangkan dalam bentuk noncetak dan digital, salah satunya berupa e-modul dan flipbook. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan bahan ajar noncetak dan digital berupa e-modul dan flipbook pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari berbagai artikel jurnal dan sumber akademik yang relevan dengan pengembangan dan penggunaan bahan ajar digital dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis, kemudian dianalisis melalui proses identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan interpretasi terhadap temuan penelitian terdahulu. Hasil analisis menunjukkan bahwa e-modul dan flipbook memiliki potensi sebagai bahan ajar yang mendukung pembelajaran Al-Qur’an Hadis karena dapat menyajikan materi secara sistematis, menarik, fleksibel, serta dilengkapi unsur multimedia dan aktivitas pembelajaran. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar digital tersebut memperoleh tingkat kelayakan dan kepraktisan yang baik serta dapat mendukung proses pembelajaran. Namun, penggunaannya tetap memiliki keterbatasan, terutama berkaitan dengan ketersediaan perangkat, akses internet, kemampuan teknologi, dan kualitas desain bahan ajar. Secara keseluruhan, hasil kajian menunjukkan bahwa e-modul dan flipbook memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis, dengan e-modul lebih menekankan struktur dan sistematika materi, sedangkan flipbook lebih menonjolkan penyajian visual dan interaktif. Dengan demikian, temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar digital yang relevan tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi, tetapi juga oleh kesesuaian materi, kebutuhan peserta didik, kemudahan penggunaan, serta kondisi sarana dan prasarana pembelajaran.