ABSTRACT The implementation of the new learning paradigm requires student-centered instruction that accommodates the diverse needs and characteristics of learners. In Akidah Akhlak learning, diagnostic assessment is necessary to obtain information about students’ initial conditions as a basis for adaptive instructional planning. This study aims to examine the role of diagnostic assessment in identifying students’ needs and characteristics and its implications for Akidah Akhlak instructional planning. This research employed a literature review method using a descriptive-qualitative approach and inductive analysis. The research stages included identifying, selecting, thematically categorizing, comparing, and synthesizing relevant literature. The findings indicate that cognitive diagnostic assessment plays a role in mapping students’ readiness and prior understanding, while non-cognitive diagnostic assessment helps identify their interests, learning styles, motivation, and psychological and social backgrounds. In Akidah Akhlak learning, this information provides a basis for teachers to adjust learning content, processes, products, and environments according to students’ needs. Furthermore, diagnostic assessment supports the development of attitudes, morality, and the internalization of moral values through more contextualized instructional planning. Therefore, diagnostic assessment serves as an important foundation for designing Akidah Akhlak learning that is adaptive, purposeful, and responsive to learner diversity. ABSTRAK Penerapan paradigma pembelajaran baru menuntut pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan serta karakteristiknya. Dalam konteks pembelajaran Akidah Akhlak, asesmen diagnostik diperlukan untuk memperoleh gambaran awal peserta didik sebagai dasar perencanaan pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran asesmen diagnostik dalam mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik peserta didik serta implikasinya terhadap perencanaan pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis induktif. Tahapan penelitian meliputi identifikasi, seleksi, pengelompokan tema, perbandingan, dan sintesis terhadap literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik kognitif berperan dalam memetakan kesiapan dan pemahaman awal peserta didik, sedangkan asesmen nonkognitif membantu mengidentifikasi minat, gaya belajar, motivasi, serta latar belakang psikologis dan sosial peserta didik. Dalam pembelajaran Akidah Akhlak, informasi tersebut menjadi dasar bagi guru untuk menyesuaikan konten, proses, produk, dan lingkungan belajar sesuai kebutuhan peserta didik. Selain itu, asesmen diagnostik mendukung pembentukan sikap, moral, dan internalisasi nilai-nilai akhlak melalui perencanaan pembelajaran yang lebih kontekstual. Dengan demikian, asesmen diagnostik merupakan landasan penting dalam merancang pembelajaran Akidah Akhlak yang adaptif, terarah, dan responsif terhadap keberagaman peserta didik.