Aksesibilitas dan kemandirian mobilitas merupakan tantangan utama bagi penyandang tunanetra, di mana alat bantu tradisional memiliki keterbatasan dalam mendeteksi objek bergerak secara dinamis. Penelitian ini mengusulkan implementasi human following system berbasis on-device yang berjalan secara lokal pada perangkat smartphone. Sistem ini mengintegrasikan detektor berbasis atensi YOLOv12n dengan algoritma pelacakan ByteTrack untuk mengunci dan mengikuti pemandu tunanetra secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan internet maupun perangkat keras tambahan. Hasil pengujian deteksi menggunakan dataset CrowdHuman menunjukkan bahwa sistem mencapai Mean Intersection over Union (mIoU) sebesar 89,21% dan Average Success Rate (recall) sebesar 84,05%. Pada pengujian pelacakan dinamis menggunakan dataset kustom, sistem mencatatkan nilai Multiple Object Tracking Accuracy (MOTA) sebesar 95,30% dengan terjadi 3 kejadian ID Switch pada skenario satu orang. Performa pelacakan tersebut tetap terjaga stabil pada kondisi keramaian rendah hingga menengah, masing-masing mencatatkan MOTA sebesar 87,50% dengan 6 kejadian ID Switch pada skenario dua orang, serta MOTA sebesar 85,20% dengan 5 kejadian ID Switch pada skenario tiga orang. Untuk mengatasi keterbatasan komputasi pada perangkat bergerak, optimasi frame skipping berbasis prediksi Kalman filter diterapkan. Melalui metode ini, frame rate melonjak drastis dari 1,4–1,9 FPS menjadi 8,3–8,5 FPS, sementara beban kerja prosesor (CPU Usage) tetap terkendali secara sangat efisien pada kisaran 18,27%–21,58% dengan konsumsi memori RAM sebesar 262,8–303,72 MB. Sistem juga berhasil mengonversi koordinat spasial bounding box target menjadi instruksi navigasi suara berbahasa Inggris ("Move Left", "Move Right", dan "Stay centered") secara presisi melalui fungsionalitas Text-to-Speech (TTS) dengan tingkat akurasi pemetaan arah sebesar 100%. Hasil evaluasi membuktikan bahwa sistem yang dikembangkan mampu beroperasi secara mulus, responsif, dan aman dari bahaya panas berlebih (overheating) pada perangkat smartphone, sehingga layak digunakan sebagai asisten navigasi waktu-nyata bagi penyandang tunanetra di ruang publik.