Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Rantai Inovasi Limbah Bakso–Maggot BSF sebagai Basis Produksi Pakan Bandeng Mandiri pada Pokdakan di Kabupaten Maros Harlina Harlina; Supiati Supiati; Anda Yanil; Naila Santika Putri
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 2 (2026): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i2.8560

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dilaksanakan bersama Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Citra Usaha Mandiri di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, untuk memperkuat kemandirian pakan budidaya bandeng melalui rantai inovasi pemanfaatan limbah organik. Limbah bakso dari pelaku usaha kuliner di Maros belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, sementara mitra masih bergantung pada pakan komersial sehingga biaya produksi tinggi. Solusi yang diterapkan adalah teknologi pakan mandiri berbasis maggot Black Soldier Fly (BSF) dengan konsep limbah penggilingan bakso sebagai pakan maggot dan maggot BSF sebagai bahan dasar pakan bandeng. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program (penyuluhan), penguatan sarana (rumah maggot, oven pengering, mesin penepung, dan mesin pellet), pelatihan dan demonstrasi teknologi, pendampingan produksi maggot BSF, formulasi pakan ikan, serta evaluasi keberhasilan. Kegiatan melibatkan 11 anggota Pokdakan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 42% dan keterampilan produksi maggot sebesar 55%. Mitra mampu mengoperasikan unit budidaya maggot berbasis limbah bakso, melakukan pengolahan pascapanen (pengeringan dan penepungan), serta memproduksi pakan mandiri dalam bentuk pelet bandeng. Biaya pakan menurun sebesar 28% dibandingkan sebelum program. Pada satu siklus percobaan, produksi maggot mencapai 5 kg sehingga pakan berbasis maggot dapat diproduksi sekitar 30 kg pada setiap kali proses produksi. Program ini berdampak positif terhadap pengelolaan limbah organik, efisiensi usaha budidaya bandeng, dan kemandirian pakan kelompok, serta berpotensi direplikasi pada kelompok pembudidaya lain dengan ketersediaan limbah organik serupa.