., Meliani Fransiska Andita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Astaxanthin Terhadap Aktivitas Spesifik Enzim Glutation Peroksidase Jaringan Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Formaldehid Secara Oral ., Meliani Fransiska Andita
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.875 KB)

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia, formaldehid merupakan aldehida yangbanyak ditemukan sebagai bahan pengawet makanan. Formaldehid dapatmeningkatkan radikal bebas hingga menyebabkan stress oksidatif yangdapat merusak hepar. Antioksidan seperti astaxanthin diperlukan untukmenangkal radikal bebas. Astaxanthin diharapkan meningkatkan aktivitasspesifik antioksidan enzimatik glutation peroksidase (GPx). Tujuan:Mengetahui pengaruh astaxanthin terhadap aktivitas spsesifik enzim GPxjaringan hepar tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar yangdiberi formaldehid secara oral. Metodologi: Penelitian eksperimentalmurni dengan rancangan posttest-only control group design. Penelitian inimenggunakan 30 tikus dibagi 5 kelompok: kelompok kontrol normal;kelompok kontrol negatif hanya diberikan induksi formaldehid; Kelompokdosis 1 diberikan astaxanthin 12 mg/hari; kelompok dosis 2 diberikanastaxanthin 24 mg/hari; kelompok dosis 3 diberikan astaxanthin 48mg/hari. Jaringan hepar diuji dengan reagen khusus aktivitas spesifikenzim GPx kemudian data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallisdilanjutkan dengan Mann-whitney. Hasil: Aktivitas spesifik kelompokkontrol normal 108,21 U/mg, kelompok negatif 62,83 U/mg, dosis 12mg/hari 122,48 U/mg, dosis 24 mg/Hari 152,88 U/mg, dosis 48 mg/Hari175,18 U/mg. Dosis 12 mg/Hari lebih tinggi aktivitas spesifik enzim GPxnyadibandingkan kelompok kontrol. Pada uji Mann-whitney dosis 24mg/Hari dan 48 mg/Hari menunjukkan aktivitas spesifik yang berbedabermakna dibandingkan kelompok kontrol normal (p≤ 0,05). Aktivitasspesifik dosis 12 mg/Hari tidak berbeda bermakna dengan kelompokkontrol normal (p>0,05). Kesimpulan: Astaxanthin dapat berperansebagai antioksidan dengan meningkatkan aktivitas spsesifik enzim GPxjaringan hepar. Dosis terbaik terdapat pada kelompok dosis 12 mg/hari.Kata Kunci: Antioksidan, astaxanthin, formaldehid, aktivitas spesifikenzim glutation peroksidase, GPx