Penelitian ini bertujuan memetakan struktur intelektual dan mengukur akselerasi wacana Pariwisata Regeneratif (RT) sebagai disrupsi paradigmatik terhadap Sustainable Tourism (ST), serta merumuskan agenda riset strategis bagi Ilmu Komunikasi di Indonesia. Menggunakan metode Analisis Bibliometrik kuantitatif terhadap 232 dokumen terindeks Scopus (2021–2025), studi ini memberikan bukti empiris mengenai pergeseran fokus riset secara global. Hasil menunjukkan adanya pertumbuhan publikasi yang eksponensial, ditandai dengan titik balik pada tahun 2024, yang memvalidasi konsensus akademik terhadap kegagalan pariwisata berkelanjutan yang bersifat minimalis. Analisis Klaster Kata Kunci (VOSviewer) mengidentifikasi bahwa inti wacana pariwisata regeneratif terletak pada Klaster Kuning/Oranye, yang secara dominan menghubungkan regenerative tourism dengan community-based tourism dan regenerative development. Temuan ini membuktikan bahwa pergeseran wacana didorong oleh tuntutan transfer kekuasaan dan otonomi lokal, melampaui etika lingkungan menuju etika sosial politik. Analisis Temporal lebih lanjut mengkonfirmasi bahwa isu local community dan policy makers merupakan wacana yang sangat baru (muncul puncaknya pada 2024-2025). Meskipun fokusnya pada komunitas lokal, studi ini mengungkap adanya kesenjangan kekuasaan intelektual yang serius, di mana konseptualisasi pariwisata regeneratif didominasi oleh institusi Global North. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan Peta Jalan Riset Strategis bagi akademik Indonesia, yang berfokus pada Analisis Wacana Kritis (CDA) untuk melawan risiko Regenerative-Washing dan pengembangan model RT berbasis kearifan lokal sebagai fondasi epistemologis untuk membangun teori global