Nabil Heriansa
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Mitra Indonesia, Bandar Lampung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR KEPATUHAN PENGOBATAN ARV PADA PASIEN ODHA DI UPT PUSKESMAS RAWAT INAP KEMILING BANDAR LAMPUNG Nabil Heriansa; Nurul Aziza; Dwi Yulia Maritasari
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/jvwqs538

Abstract

Kepatuhan pengobatan antiretroviral (ARV) merupakan komponen penting dalam keberhasilan terapi HIV/AIDS. Ketidakpatuhan dapat menyebabkan kegagalan terapi, resistensi obat, dan meningkatkan risiko penularan. UPT Puskesmas Rawat Inap Kemiling mencatat 14 pasien Loss to Follow Up dari 159 pasien HIV pada Maret 2026, sehingga diperlukan identifikasi faktor yang berkaitan dengan kepatuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pendidikan, sarana dan prasarana fasilitas kesehatan, serta dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan ARV pada pasien ODHA di UPT Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sebanyak 60 responden dipilih dengan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 dan kuesioner faktor kepatuhan. Analisis menggunakan uji Chi-Square untuk tingkat pendidikan dan dukungan keluarga, serta Fisher’s Exact untuk sarana dan prasarana fasilitas kesehatan pada tingkat kepercayaan 95%. Sebagian besar responden memiliki kepatuhan tinggi (71,7%), pendidikan tinggi (68,3%), menilai sarana dan prasarana baik (86,7%), dan memiliki dukungan keluarga baik (51,7%). Tidak terdapat hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan pengobatan ARV (p=0,131). Sebaliknya, terdapat hubungan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan (p=0,005) serta dukungan keluarga (p=0,006) dengan kepatuhan. Peningkatan mutu fasilitas pelayanan dan pelibatan keluarga dalam konseling serta edukasi perlu diprioritaskan untuk mempertahankan kepatuhan terapi ARV.