Rusmina Iswanti Kumala Dewi
Program Studi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sambas, Sambas, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI PENYAKIT GASTRITIS PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 PALOH YANG BERADA DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA–MALAYSIA Wilda Arsita Dewi; Aminudin; Rusmina Iswanti Kumala Dewi
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/b3yqmf16

Abstract

Gastritis merupakan salah satu keluhan kesehatan yang dapat ditangani melalui swamedikasi apabila gejala yang dialami ringan. Praktik swamedikasi banyak dilakukan masyarakat dan menjadi penting dikaji pada remaja, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit gastritis pada remaja di SMA Negeri 1 Paloh, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi sekaligus sampel terdiri atas 131 siswa yang memenuhi kriteria penelitian dan dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan skala Guttman sebanyak 10 butir dan kuesioner perilaku swamedikasi skala Likert sebanyak 10 butir. Instrumen telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis dilakukan secara deskriptif dan menggunakan regresi logistik ordinal dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil menunjukkan bahwa 93 responden (71,0%) memiliki pengetahuan sangat baik, sedangkan perilaku swamedikasi paling banyak berada pada kategori baik, yaitu 60 responden (45,8%). Uji Wald menunjukkan kategori pengetahuan cukup berpengaruh signifikan terhadap perilaku swamedikasi dibandingkan kategori pengetahuan baik (p<0,001), sedangkan kategori pengetahuan kurang tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p=0,197). Nilai odds ratio untuk kategori pengetahuan cukup sebesar 0,107, sehingga responden dengan pengetahuan baik memiliki peluang sekitar 9,3 kali lebih besar untuk berada pada kategori perilaku swamedikasi yang lebih baik dibandingkan responden dengan pengetahuan cukup. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan pengetahuan mengenai penggunaan obat yang rasional, khususnya pemilihan obat, aturan pakai, dosis, waktu penggunaan, dan batas swamedikasi.