Siti Rakhmatia Paramita
Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedoteran, Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR PREDIKTOR KEKAMBUHAN MALARIA PADA PENDERITA MALARIA DI WILAYAH ENDEMIS KABUPATEN POHUWATO Herlina Jusuf; Sri Manovita Pateda; Taufik Lantowa; Suardi; Siti Rakhmatia Paramita
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/jjm8e359

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena kejadian kekambuhan dapat meningkatkan beban penyakit dan menghambat upaya eliminasi malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat malaria sebelumnya, kepatuhan minum obat, pekerjaan, dan jarak rumah dengan fasilitas pelayanan kesehatan dengan kejadian kekambuhan malaria di wilayah kerja Puskesmas Marisa Kabupaten Pohuwato. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 267 penderita malaria diikutsertakan menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 184 responden (68,9%) mengalami kekambuhan malaria. Analisis bivariat menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat malaria (p < 0,001; OR = 0,061) berhubungan secara signifikan dengan kejadian kekambuhan, sedangkan riwayat malaria sebelumnya (p = 0,061), pekerjaan (p = 0,276; OR = 1,629), dan jarak rumah dengan Puskesmas (p = 0,389; OR = 1,269) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Pada analisis multivariat, setelah variabel dianalisis secara simultan, kepatuhan minum obat tetap berhubungan secara signifikan dengan kekambuhan malaria (p < 0,001; Exp(B) = 0,086), sedangkan pekerjaan yang tidak signifikan pada analisis bivariat menjadi signifikan setelah memperhitungkan variabel lain dalam model (p = 0,001; Exp(B) = 0,198). Riwayat malaria sebelumnya dan jarak rumah dengan Puskesmas tidak menunjukkan hubungan independen yang signifikan dalam model multivariat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan minum obat dan pekerjaan berhubungan secara independen dengan kejadian kekambuhan malaria di wilayah kerja Puskesmas Marisa. Temuan ini mendukung pentingnya penguatan kepatuhan terhadap pengobatan serta strategi pencegahan malaria yang mempertimbangkan karakteristik pekerjaan dan potensi paparan vektor.