Deni Irwandi
S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Mitra Indonesia, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS GAYA BARU V Deni Irwandi; Nova Mega Rukmana; Dwi Yulia Maritasari
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/4hssf332

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, dan pola asuh turut berkontribusi terhadap prevalensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kejadian stunting dan pola asuh pada anak usia 0 hingga 59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gaya Baru V, Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 63 ibu dipilih sebagai responden menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana dan proporsional; anak-anak mereka berusia antara 24 hingga 59 bulan. Data mengenai perilaku pola asuh dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, sedangkan status stunting ditentukan berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U) yang divalidasi dengan catatan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA/KMS) serta mengacu pada standar pertumbuhan World Health Organization (WHO). Uji Chi-Square dengan ambang batas signifikansi α=0,05 digunakan sebagai bagian dari prosedur analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keseluruhan sampel, 21 anak (33,3%) mengalami stunting dan 42 anak (66,7%) tidak mengalami stunting. Sebanyak 30,2% responden dikategorikan memiliki pola asuh yang baik, 46,0% cukup, dan 23,8% kurang baik. Berdasarkan uji Chi-Square, ditemukan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara pola asuh dan kejadian stunting (p=0,010). Pada kelompok dengan pola asuh yang efektif, persentase anak yang tidak mengalami stunting lebih tinggi. Pencegahan stunting menuntut orang tua untuk memberikan perawatan yang lebih baik bagi anak-anak mereka dengan mempelajari gizi yang tepat, memantau perkembangan anak, serta memanfaatkan layanan kesehatan.