Kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik (GGK) merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pengelolaan penyakit kronis karena mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan kemampuan pasien menjalankan kehidupan sehari-hari. Literatur mengenai determinan kualitas hidup pasien GGK masih menunjukkan temuan yang beragam dan cenderung mengidentifikasi faktor secara terpisah. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan multidimensional serta mensintesis jalur hubungan yang berkontribusi terhadap kualitas hidup pasien GGK. Penelitian menggunakan metode systematic review terhadap 33 artikel yang diperoleh melalui penelusuran literatur pada beberapa basis data. Seleksi dan pelaporan literatur mengacu pada PRISMA 2020, sedangkan analisis dilakukan melalui sintesis naratif dan tematik berdasarkan karakteristik determinan, arah hubungan, serta mekanisme keterkaitannya dengan kualitas hidup. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien GGK dipengaruhi oleh interaksi faktor sosiodemografi, kondisi klinis dan komorbiditas, karakteristik terapi hemodialisis, beban gejala dan fatigue, kondisi psikologis, pengetahuan, efikasi diri, self-care, serta dukungan keluarga dan sosial. Jalur hubungan yang teridentifikasi menunjukkan bahwa beban klinis dapat berkaitan dengan peningkatan gejala dan keterbatasan fungsi, sedangkan faktor psikologis dan kapasitas perilaku berperan dalam proses adaptasi dan pengelolaan penyakit. Dukungan sosial dan keluarga berfungsi sebagai sumber daya yang memperkuat kemampuan pasien dalam menjalankan self-management. Kesimpulannya, kualitas hidup pasien GGK terbentuk melalui mekanisme multidimensional yang mengintegrasikan beban penyakit dengan kapasitas adaptif pasien. Temuan ini mendukung penerapan pengelolaan GGK yang lebih komprehensif dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup.