Masa nifas merupakan periode kritis bagi kesehatan ibu dan bayi. Kunjungan nifas yang lengkap diperlukan untuk mendukung deteksi dini komplikasi, dukungan menyusui, konseling keluarga berencana, dan tindak lanjut hingga akhir minggu keenam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelengkapan kunjungan nifas pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Sebanyak 84 ibu nifas dipilih dari populasi 106 ibu nifas menggunakan simple random sampling. Faktor yang dianalisis meliputi usia, pendidikan, paritas, pekerjaan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), sikap, dan dukungan keluarga. Kelengkapan kunjungan nifas didefinisikan sebagai terlaksananya empat kali kunjungan nifas. Analisis bivariat menggunakan Fisher’s exact test dua sisi dan analisis multivariabel menggunakan model regresi logistik multivariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil responden (27.4%) memiliki kunjungan nifas lengkap. Tidak ditemukan faktor yang berhubungan signifikan secara statistik dengan kelengkapan kunjungan nifas. Namun praktik IMD dan dukungan keluarga menunjukkan tren positif terhadap peningkatan kelengkapan kunjungan nifas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada faktor yang terbukti berhubungan signifikan secara independen secara statistik pada α=5% dengan kelengkapan kunjungan nifas. Implikasi praktis menekankan pentingnya penguatan sistem penjadwalan, pengingat, dan penelusuran aktif ibu nifas. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan desain prospektif dengan sampel lebih besar serta melibatkan variabel akses, kualitas, dan pengalaman pelayanan.