Angel Lilo
Universitas Nusa Cendana, NTT, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dari Sa’o Ke Kelas: Rekonstruksi Pengetahuan Ekologis Sa’o Bajawa Sebagai Sumber Bahan Ajar IPAS Sekolah Dasar Sofia Godeliva Un Lala; Rista Apriliya Devi; Treesly Yumiardy Normin Adoe; Nadia Lutfi Choirunnisa; Yoseph Gerald Bange Pota; Chalvin Nubrihans; Angel Lilo
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus - September 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i5.9783

Abstract

Sa’o Bajawa merupakan rumah adat masyarakat Ngada yang memuat pengetahuan ekologis lokal tentang pemilihan material, penyesuaian bangunan terhadap lingkungan, pemanfaatan sumber daya alam, serta pemeliharaan bangunan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan ekologis dalam Sa’o, merekonstruksinya menjadi pengetahuan ilmiah, dan memetakan potensinya sebagai sumber bahan ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan perspektif etnosains. Penelitian dilaksanakan di Kampung Adat Bena, Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, pada tahun 2024. Sepuluh informan dipilih secara purposif, meliputi tokoh adat, tukang tradisional, pemilik atau penghuni Sa’o, dan guru sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dokumentasi, dan analisis dokumen pembelajaran, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi, kategorisasi, rekonstruksi etnosains, dan pemetaan konsep IPAS. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan empat tema pengetahuan ekologis, yaitu penggunaan material lokal sesuai karakteristiknya, penyesuaian bangunan terhadap kondisi lingkungan, pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab, serta pemeliharaan dan pewarisan pengetahuan. Pengetahuan tersebut berkaitan dengan konsep sifat bahan, gaya dan struktur, perpindahan panas, aliran air dan udara, sumber daya alam, serta keberlanjutan. Hasil rekonstruksi dipetakan menjadi empat unit pembelajaran IPAS. Sa’o Bajawa berpotensi menjadi sumber bahan ajar IPAS yang kontekstual dan berakar pada budaya lokal, tetapi masih memerlukan validasi budaya dan materi serta uji coba pembelajaran.