Setiyowati Setiyowati
Pasca Sarjana Magister Administrasi Pendidikan, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsad Al-Banjari

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEPEMIMPINAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PENGUATAN AKUNTABILITAS PEMBIAYAAN PENDIDIKAN: TINJAUAN NARATIF TENTANG BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH, TRANSPARANSI KEUANGAN, DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT Ria Linda Hayati; Setiyowati Setiyowati; Nindy Patriony; Muhammad Arsyad; Agustina Rahmi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i2.25058

Abstract

Akuntabilitas adalah prinsip kunci dalam tata kelola publik yang baik,termasuk dalam hal akuntabilitas pembiayaan pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan karena berkaitan langsung dengan efektivitas penggunaan sumber daya, transparansi pengelolaan keuangan, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Berbagai kasus penyalahgunaan dana pendidikan menunjukkan bahwa penguatan sistem administrasi dan regulasi saja belum cukup untuk menjamin terciptanya tata kelola pendidikan yang akuntabel.Dengan demikian, diperlukan pendekatan kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan aspek budaya, nilai moral, dan karakter masyarakat setempat.memastikan bahwa pemerintah bekerja untuk kepentingan Masyarakat yang mereka layani. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan berbasis kearifan lokal dalam memperkuat budaya organisasi sekolah, transparansi keuangan, akuntabilitas pendidikan, dan kepercayaan masyarakat. Penelitian menggunakan metode narrative review dengan menelaah berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai Indigenous Leadership Theory, Stewardship Theory, kepemimpinan pendidikan, budaya organisasi sekolah, akuntabilitas keuangan, dan kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan berbasis kearifan lokal mampu membangun budaya organisasi yang berlandaskan nilai amanah, gotong royong, musyawarah, integritas, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut berkontribusi dalam meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan sekolah, memperkuat mekanisme pengawasan sosial, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.Masyarakat lokal merasa lebih memiliki peran yang lebih besar dalam system pemerintahan mereka,sehingga dapat meningkatkan dukungan dan keterlibatan dalam implementasi program-program. Integrasi Indigenous Leadership Theory dan Stewardship Theory menghasilkan model kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian tujuan organisasi tetapi juga pada pelayanan, tanggung jawab moral, dan keberlanjutan hubungan sosial dengan masyarakat.