Kabul Wahyu Utomo
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membangun Kemandirian Ekonomi Perempuan melalui Pengembangan Kapasitas Kewirausahaan Komunitas UMKM Kabul Wahyu Utomo; Zulkifli Sultan; Eka Pariyanti
Celebes Journal of Community Services and Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i2.4169

Abstract

Tujuan: Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan mitra dalam mengambil keputusan keuangan yang aman, rasional, dan sesuai dengan prinsip syariah melalui pelatihan literasi fintech syariah. Pelatihan ini tidak hanya memperkenalkan fintech, tetapi juga membantu mitra memahami karakteristik dan risiko layanan keuangan digital. Sementara itu, pendampingan bisnis halal diarahkan untuk membantu mitra menata dokumen, proses usaha, label, dan narasi produk. Metode Pelaksanaan: Program menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif yang dilaksanakan melalui siklus baseline, intervensi, penerapan IPTEKS, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan. Kegiatan berlangsung selama empat bulan dengan melibatkan lima pelaku usaha mikro. Pelaksanaan program mencakup empat tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil dan Pembahasan: Evaluasi pascapenerapan program menunjukkan peningkatan pemahaman mitra mengenai fintech syariah dan bisnis halal. Rata-rata nilai seluruh indikator meningkat sebesar 47,93 poin persentase, dari 42,36% menjadi 90,29%. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengaitkan fintech syariah dengan kebutuhan usaha membantu peserta memahami manfaat dan karakteristik layanan keuangan secara lebih konkret. Implikasi: Integrasi literasi keuangan syariah dan pendampingan bisnis halal penting karena penguatan usaha mikro tidak hanya memerlukan peningkatan pemahaman keuangan, tetapi juga kesiapan legalitas dan pengelolaan usaha yang sesuai dengan prinsip halal. Untuk mendukung keberlanjutan program, mitra diharapkan menerapkan pengetahuan yang diperoleh, khususnya dalam mempersiapkan pengajuan sertifikasi halal dan menerapkan prinsip kehati-hatian saat memilih layanan fintech