Fatma Yuliyanti
Universitas Sains Al-Qur’an

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Bullying Sebagai Upaya Mewujudkan Lingkungan Sekolah Yang Aman Di SD Negeri 2 Singamerta Aida Fitroh Hidayah; Chantika Anisatul Azizah; Zayyina Maulidatin Ni'ma; Hafifah Gunarti; Nisaul Karimah; Fi'ah; Fitriya Nur Azizah; Lia Dewi Munfarida; Fatma Yuliyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 4 No. 1 (2026): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v4i1.9254

Abstract

Bullying atau perundungan adalah salah satu jenis kekerasan yang bisa terjadi di lingkungan sekolah dasar, dan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan psikologis, sosial, serta pendidikan siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu siswa memahami lebih baik tentang bullying, termasuk berbagai bentuknya, alasan mengapa hal itu terjadi, dampak yang bisa timbul, cara mencegahnya, serta langkah-langkah yang tepat jika menghadapi kasus perundungan. Kegiatan tersebut diadakan di SD 2 Singamerta, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, sebagai bagian dari program Kuliah Pengabdian Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo. Metode yang digunakan mencakup observasi awal, membuat materi pembelajaran, memberikan materi tentang anti-bullying secara interaktif, melakukan diskusi serta tanya jawab, dan melakukan refleksi. Materi yang dibahas meliputi bentuk-bentuk bullying seperti fisik, verbal, psikologis, sosial, serta perundungan melalui media digital.Di dalam materi tersebut juga dijelaskan peran yang dimiliki oleh korban, pelaku, dan saksi dalam situasi bullying. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa terlibat secara aktif selama proses penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Siswa dapat memberi contoh tindakan yang termasuk perundungan dan menyebutkan beberapa cara yang bisa dilakukan jika melihat atau mengalami perundungan. Sesi tanya jawab juga memungkinkan siswa untuk berbagi pengalaman terkait perundungan dalam lingkungan yang nyaman dan bermakna. Kegiatan ini menunjukkan bahwa cara mengajar anti-bullying secara interaktif bisa menjadi langkah awal mencegah terjadinya perundungan.Dengan metode ini, siswa lebih mudah memahami masalah, belajar merasa empati, dan bertindak tepat ketika menghadapi tindakan perundungan. Edukasi yang berkelanjutan memerlukan kerja sama antara sekolah, siswa, orang tua, dan masyarakat agar bisa menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak.