Muhamad Fajrin Ode
Udayana University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : open access driverset

Optimasi Produksi Eksopolisakarida (EPS) pada Mikroalga Laut Porphyridium cruentrum melalui Penambahan Natrium Klorida (NaCl) Secara Mendadak pada Berbagai Konsentrasi Muhamad Fajrin Ode; Ida Bagus Gede Darmayasa; Pande Gde Sasmita Julyantoro
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2026.v13.i02.p5

Abstract

Porphyridium cruentrum merupakan mikroalga laut yang memiliki potensi besar sebagai penghasil eksopolisakarida (EPS) yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pangan, farmasi, kosmetik, dan bioteknologi. Produksi EPS pada mikroalga dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, salah satunya salinitas yang berhubungan langsung dengan tekanan osmotik sel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan konsentrasi natrium klorida (NaCl) berbeda (1%, 2%, 4% b/v) secara mendadak terhadap produksi EPS dan biomassa mikroalga P. cruentrum. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan beberapa perlakuan konsentrasi NaCl yang diberikan secara mendadak pada fase eksponensial pertumbuhan kultur. Parameter yang diamati meliputi produksi EPS, biomassa, dan rasio efektivitas produksi EPS terhadap biomassa. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji tukey HSD pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NaCl secara mendadak memberikan pengaruh terhadap produksi EPS dan biomassa P. cruentrum. Produksi EPS tertinggi diperoleh pada perlakuan penambahan NaCl 1% dengan nilai persentase sebesar 61,5%. Sementara itu, produksi biomassa tertinggi diperoleh pada perlakuan kontrol dengan persentase sebesar 31,4%. Rasio efektivitas produksi tertinggi diperoleh pada perlakuan NaCl 1% dengan nilai sebesar 88,37 EPS per biomassa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan salinitas melalui penambahan NaCl secara mendadak mampu menginduksi stres osmotik yang memicu peningkatan produksi EPS, meskipun diikuti penurunan biomassa kultur.