Muhamad Yusuf Imam Saputra
Universitas Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Ruang Baca Desa Melalui Program Serasi untuk Penguatan Literasi Anak di Desa Seruni Mumbul Muhamad Yusuf Imam Saputra; Riri Sanata Noneja; Nurul Baeti; Rika Yulia Putri; Nadia Cahyani; M.Rohadian Ahzani; Salwa Firda Farhaen; Amrina Rosyada; Nurmiftahul Rahmah; Iqbal Firdausi; Mursal Ghazali
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2wq42f60

Abstract

Keterbatasan pemanfaatan ruang baca dan akses anak terhadap bahan bacaan menjadi salah satu permasalahan dalam pengembangan aktivitas membaca di Desa Seruni Mumbul, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan anak dalam aktivitas membaca dan kegiatan berbasis bacaan, mengembangkan pemanfaatan ruang baca sebagai lingkungan pendukung aktivitas belajar, serta memberikan apresiasi terhadap kemampuan dan karya anak melalui Program SERASI (Seruni Bercerita dan Berkreasi). Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi kondisi awal, pembinaan berbasis bacaan, pelaksanaan Program SERASI, serta evaluasi melalui observasi, dokumentasi, catatan kegiatan, dan hasil karya anak. Pembinaan dilaksanakan melalui kegiatan membaca nyaring, cerdas mengulas buku, menulis cerita berbasis buku bacaan, dan proyek berbasis isi buku. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rangkaian pembinaan memberikan kesempatan kepada anak untuk menyimak, memahami, mengomunikasikan, dan mengembangkan gagasan berdasarkan bahan bacaan. Hasil pembinaan kemudian diintegrasikan ke dalam Program SERASI melalui lomba bercerita dan lomba membuat kliping yang diikuti oleh 41 anak. Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi anak untuk menampilkan pemahaman dan hasil pengolahan bacaan dalam bentuk lisan maupun karya kreatif. Program juga melibatkan orang tua, pemerintah desa, pihak sekolah, dan masyarakat dalam kegiatan apresiasi. Dengan demikian, kegiatan pengabdian memberikan bentuk pemanfaatan bahan bacaan yang lebih beragam melalui rangkaian aktivitas membaca, mengolah informasi, berkarya, dan apresiasi. Namun, karena belum menggunakan pengukuran sebelum dan sesudah program, kegiatan ini belum dapat menunjukkan peningkatan kemampuan membaca atau minat baca secara kuantitatif.