Rifqi Eka Nugraha
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Latak melalui Edukasi Kesehatan, Lingkungan, dan Transformasi Digital Rafif Lituhayu Rasyid; Aulya Della Citra; Allysa Nur Aprilliani; Rifqi Eka Nugraha; Muhammad Emir Ardhana; Sevia Dwi Cahyani; Muhamad Fahmi Husaini; Arsita Nur Azizah; Natasya Kurnia Rahmawati; Miftakhur Rozikin Mubarrok; Indira Renata Ameliya; Basirudin Ansor
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2026): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nb7pa051

Abstract

Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Semarang dilaksanakan di Desa Latak, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, pada 29 Juli–27 Agustus 2026. Hasil observasi lapangan menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat dalam bidang edukasi kesehatan, kebersihan lingkungan, keselamatan kerja, pendidikan, dan adaptasi digital. Program bertujuan memberikan solusi praktis melalui kegiatan kelompok dan individu yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa, sekolah, kader kesehatan, lansia, petani, pekerja bengkel, dan pelaku UMKM. Pelaksanaan kegiatan meliputi observasi, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi melalui edukasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan partisipasi masyarakat. Kegiatan kelompok meliputi pemeriksaan gula darah gratis bagi lansia, edukasi kesehatan gigi dan mulut bagi anak TK, serta GERAK BERSERI melalui pemanfaatan ember cat bekas dan penyediaan tempat sampah. Kegiatan individu mencakup keselamatan kerja dan kesiapsiagaan kebakaran, literasi digital, pendidikan, kesehatan, P3K, pengelolaan keuangan, dan digitalisasi UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh program terlaksana sesuai rencana dan mendapat respons positif. Peserta memperoleh pengetahuan dan pengalaman praktis, sedangkan kerja sama dan gotong royong antara mahasiswa, pemerintah desa, lembaga mitra, dan masyarakat semakin kuat. Kegiatan juga menghasilkan media edukasi dan tempat sampah yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.