Maulana Praudi Akbar
Universitas Pancasakti Tegal

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Pendirian Bank Sampah untuk Mendorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Gegesik Kulon Muriani Nur Hayati; Galuh Bintang Ayuni; Refi Ariza Sativa; Dewi Haryati Barus; Nabillah Viska Haenisa; Feby Amanda Putri; Delshinta Rinaldi; Maulana Praudi Akbar
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2026): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wxzdhv24

Abstract

Pengelolaan sampah di Desa Gegesik Kulon, Kabupaten Cirebon, membutuhkan pendekatan berbasis masyarakat karena persoalan sampah rumah tangga berkaitan erat dengan kebiasaan pemilahan, kesadaran lingkungan, ketersediaan sarana, kelembagaan lokal, dan keberlanjutan pengelolaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi pendirian bank sampah sebagai sistem awal pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat desa. Program menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, koordinasi dengan pemangku kepentingan desa, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi kegiatan meliputi pemilahan sampah rumah tangga, prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), penimbangan, pencatatan administrasi, penyimpanan sementara, penyaluran sampah bernilai, pembagian peran pengelola, dan perencanaan tindak lanjut. Dokumentasi program menunjukkan bahwa kegiatan menjadi ruang belajar awal bagi masyarakat untuk memahami jenis sampah, nilai guna dan nilai ekonomi sampah, serta pentingnya pengelolaan sejak dari sumber. Namun, partisipasi masyarakat belum sepenuhnya merata, sedangkan keberlanjutan masih ditentukan oleh keberadaan pengurus lokal, sarana pendukung, jadwal rutin, pencatatan yang transparan, dukungan pemerintah desa, serta kemitraan dengan pengepul atau pelaku daur ulang. Pendampingan dengan demikian tidak hanya berfungsi sebagai edukasi lingkungan, tetapi juga sebagai penguatan kapasitas kelembagaan. Kegiatan diikuti 7 peserta dengan rata-rata nilai pre-test 95,7 dan post-test 90,0 (selisih 5,7 poin). Dari aspek kelembagaan, terbentuk 1 pengurus dan 10 nasabah awal, sedangkan data volume sampah terpilah dan frekuensi transaksi belum tersedia dalam dokumentasi. Program ini menjadi fondasi praktis bagi pengembangan bank sampah yang dikelola masyarakat untuk mendukung perubahan perilaku, pemanfaatan sumber daya secara sirkular, dan tata kelola sampah desa yang berkelanjutan