Kemampuan membaca Al-Qur'an secara fasih dan benar merupakan fondasi penting dalam pendidikan keagamaan anak. Berdasarkan hasil observasi awal di TPQ Al-Mukhlisin Kelurahan Ketapang, proses pembelajaran mengaji sebelumnya didominasi oleh metode setoran individual (sorogan) secara bergantian tanpa alat peraga visual pendukung, sehingga santri yang menunggu giliran cenderung pasif dan kurang fokus. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya ketepatan pelafalan makharijul huruf serta pemahaman hukum tajwid santri. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an santri melalui pendampingan pembelajaran interaktif. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan dengan melibatkan 30 santri aktif (rentang usia 6–12 tahun) yang dibagi ke dalam kelompok Iqra’ (16 santri) dan kelompok Al-Qur'an (14 santri). Metode pengabdian mencakup tiga tahapan: asesmen awal (pretest), pelaksanaan pendampingan kelas interaktif (edukasi visual makharijul huruf, permainan kartu pintar tajwid, dan tutor sebaya), serta evaluasi akhir (posttest). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca santri secara terukur. Pada kelompok Iqra', ketepatan pelafalan makharijul huruf dalam kategori baik meningkat dari 12% menjadi 56%. Pada kelompok Al-Qur'an, pemahaman kaidah tajwid kategori baik meningkat dari 14% menjadi 64%. Secara keseluruhan, persentase santri dengan kelancaran membaca kategori baik meningkat dari 17% menjadi 63%. Suasana belajar di TPQ Al-Mukhlisin menjadi lebih aktif, partisipatif, dan kolaboratif.