Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DIGITAL FATIGUE DAN REORIENTASI DAKWAH DI KALANGAN GENERASI Z MUSLIM Deni Rahman; Hafniati Hafniati
Jurnal Cinta Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Juli-September, Synergy of Research and Community Service for Community Empower
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v4i3.212

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dakwah digital yang semakin bergantung pada platform media sosial untuk menjangkau generasi muda muslim. Jika penelitian terdahulu lebih banyak menekankan adaptasi teknologi, kreativitas konten, dan peningkatan keterlibatan audiens, perhatian terhadap perubahan kondisi audiens yang mengalami kelelahan dalam lingkungan digital yang semakin padat masih relatif terbatas. Penelitian ini mengkaji digital fatigue pada Generasi Z muslim serta implikasinya terhadap kebutuhan reorientasi dakwah digital. Penelitian dirancang menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis melalui wawancara semi-terstruktur terhadap Generasi Z muslim pengguna aktif media sosial yang secara berkala terpapar konten keagamaan digital. Data dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis untuk mengidentifikasi pola kelelahan digital, keterlibatan terhadap konten dakwah, selektivitas penggunaan media, dan preferensi terhadap bentuk dakwah kontemporer. Kerangka analitis penelitian menunjukkan bahwa digital fatigue tidak seharusnya secara langsung dimaknai sebagai menurunnya minat terhadap agama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelelahan dapat bersumber dari kelimpahan informasi, fragmentasi perhatian, repetisi konten, stimulasi emosional, dan karakter arsitektur platform digital. Kondisi tersebut berpotensi mendorong pergeseran dari paparan keagamaan yang tinggi menuju keterlibatan religius yang lebih selektif dan disengaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa  dakwah yang menekankan sensitivitas terhadap perhatian audiens, kedalaman pesan, kepedulian emosional, dan komunikasi yang bersifat restoratif secara spiritual.
Intercultural Communication Theory A Theoretical Analysis of Islamic Da'wah in a Multicultural Context Hafniati Hafniati; Muhktar Amiruddin Ahmad
Journal of Digital Scholarship in Archives and Information Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Digital Scholarship in Archives and Information
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/jdsai.v2i2.249

Abstract

Background: This study examines intercultural communication theory in relation to Islamic da‘wah within the context of multicultural societies. Indonesia, as a heterogeneous nation characterized by ethnic, religious, linguistic, and cultural diversity, presents complex communication dynamics that may generate barriers, misperceptions, and conflicts.Aims: Culture functions as a framework that shapes how individuals communicate, while Islamic da‘wah is understood as a communicative process that appeals to human nature through wisdom and compassion.Methods: This theoretical analysis highlights the concepts of assimilation, acculturation, adaptation, and social solidarity as key foundations for understanding cross-cultural interaction.Results: Islamic da‘wah is positioned as a communicative medium capable of bridging differences, reducing uncertainty, and strengthening social solidarity.Conclusion: By integrating perspectives from communication studies, anthropology, and Islamic da‘wah, this study is expected to contribute both theoretically and practically to the development of intercultural communication in plural societies, as well as to enrich academic discourse on the relationship between religion, culture, and communication