Pemanfaatan sambiki atau dikenal labu kuning (Cucurbita moschata) di Indonesia khususnya, hanya pada daging buahnya sedangkan bagian lain dari buah sambiki terbuang percuma dan menjadi limbah yang tidak terpakai. Biji sambiki merupakan bagian yang sering terbuang percuma dan dianggap sampah oleh masyarakat. Padahal, bijinya mengandung zat gizi yang sangat baik. Biji sambiki berfungsi sebagai metabolit utama bagi tubuh, bahan fungsionalnya berperan dalam pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan. Biji sambiki dapat diolah menjadi makanan pendamping suplemen besi pada wanita usia subur dan zink pada balita. Hasil dari penelitian biji ini bermanfaat untuk intervensi stunting pada balita. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan zat gizi makro (karbohidrat, lemak, protein) dan zink tepung biji sambiki dengan kulit dan tanpa kulit. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimen laboratorium. Tempat pelaksanaan penelitian akan dilakukan di laboratorium Teknologi Pangan Jurusan Gizi Politeknik Gorontalo dan laboratorium Universitas Tadulako Palu. Hasil penelitian menunjukkan kandungan lemak tepung biji sambiki tanpa kulit (46,82 ± 0,31%) terdeteksi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kulit (31,75 ± 0,23%), dengan nilai p sebesar 0,00 yang menunjukkan perbedaan tersebut signifikan secara statistik (p < 0,05). Kandungan protein tepung biji sambiki tanpa kulit juga lebih tinggi (34,32 ± 0,05%) dibandingkan dengan kulit (30,03 ± 0,60%), nilai p sebesar 0,01 menunjukkan perbedaan signifikan. Kandungan karbohidrat tepung biji sambiki dengan kulit (27,37 ± 0,27%) lebih tinggi dibandingkan tanpa kulit (10,67 ± 0,13%), dan perbedaan ini pun signifikan (p = 0,00). Selain itu terdapat perbedaan signifikan kandungan zink pada tepung biji sambiki dengan kulit (15,24 ± 0,06 mg/100 g) lebih tinggi dibandingkan tanpa kulit (11,58 ± 0,46 mg/100 g), dengan perbedaan signifikan (p = 0,00). Hasil ini mengindikasikan bahwa proses penghilangan kulit biji sambiki berpengaruh signifikan terhadap komposisi gizi makro, terutama meningkatkan kandungan lemak dan protein, namun menurunkan kandungan karbohidrat dan zink