Muhammad Halqi
Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Hamzanwadi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESIAPAN GURU DAN PERENCANAAN SEKOLAH UNTUK PEMBELAJARAN MENDALAM DI SMA NEGERI INDONESIA Alimuddin Alimuddin; Musifuddin Musifuddin; Muhammad Halqi
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.15526

Abstract

ABSTRACT The transition toward Deep Learning places teacher readiness and school planning capacity as two interconnected elements in educational transformation. This study aims to analyze the readiness of teachers in public senior high schools in East Lombok Regency to understand and plan Deep Learning, as well as to examine the implementation of educational planning functions at the school level in supporting such readiness. The study employed a descriptive qualitative approach in six public senior high schools through in-depth interviews, passive participant observation, and documentation. Informants included vice principals for curriculum affairs, subject teachers, Teacher Leaders, and heads of Learning Communities, while the documents examined comprised School Education Curriculum (KSP/KOSP), teaching modules, supervision documents, and professional development programs. Data were analyzed interactively through data reduction, presentation, conclusion drawing, and verification, supported by source, technique, and time triangulation and member checking. The findings reveal that teachers generally possess a good conceptual understanding and have begun translating it into learning objectives, active strategies, contextual learning, authentic assessment, and reflection, although consistency in HOTS and adaptation varies. School planning functions are manifested through curriculum policies, professional development, Learning Communities, supervision, and resource support. Ultimately, implementation readiness is formed as a school ecosystem capacity rather than merely an individual teacher capacity. ABSTRAK Perubahan menuju Pembelajaran Mendalam menempatkan kesiapan guru dan kapasitas perencanaan sekolah sebagai dua unsur yang saling berkaitan dalam transformasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan guru SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur dalam memahami dan merencanakan Pembelajaran Mendalam serta mengkaji implementasi fungsi perencanaan pendidikan di tingkat sekolah dalam mendukung kesiapan tersebut. Kajian dilakukan secara kualitatif deskriptif pada enam SMA Negeri melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan dokumentasi. Informan mencakup wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru mata pelajaran, Guru Penggerak, dan ketua Komunitas Belajar, sedangkan dokumen yang ditelaah meliputi KSP/KOSP, modul ajar, dokumen supervisi, dan program pengembangan profesional. Data dianalisis secara interaktif melalui reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan verifikasi, disertai triangulasi sumber, teknik, dan waktu serta member check. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa guru umumnya memiliki pemahaman konseptual yang baik dan mulai menerapkannya dalam tujuan, strategi aktif, pembelajaran kontekstual, asesmen autentik, dan refleksi, meskipun konsistensi HOTS dan adaptasi masih beragam. Fungsi perencanaan sekolah hadir melalui kebijakan kurikulum, pengembangan profesional, KOMBEL, supervisi, dan dukungan sumber daya. Kesiapan implementasi pada akhirnya terbentuk sebagai kapasitas ekosistem sekolah, bukan semata-mata kapasitas individual guru.
KEPEMIMPINAN VOKASIONAL ADAPTIF BERBASIS SWOT DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN KERJA LULUSAN SMK Saipul Bahri; Muhammad Halqi; Musifuddin Musifuddin
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.15566

Abstract

ABSTRACT Work readiness among vocational high school (SMK) graduates requires schools to align learning, competency development, and partnerships with the business and industrial sectors (DUDI) with the dynamic demands of the labor market. This condition requires school principals to identify internal and external conditions and translate them into adaptive strategies. This study aims to analyze the design and implementation of the leadership strategy of the principal of SMKN 1 Pringgabaya based on a Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) analysis to improve graduates’ work readiness. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal, vice principal, department heads, productive subject teachers, Bursa Kerja Khusus (BKK) administrators, students, alumni, and DUDI partners. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, supported by source and technique triangulation. The findings show that the SO strategy strengthens DUDI partnerships, teaching factory, and PKL; the WO strategy improves teacher competence and practical facilities; the ST strategy strengthens work culture and soft skills; while the WT strategy optimizes tracer study and program evaluation. The synthesis of the findings produces Adaptive SWOT-Based Vocational Leadership as the novelty of this study, explaining adaptive leadership through continuous condition mapping, strategy formulation, implementation, and evaluation to strengthen graduates’ work readiness. ABSTRAK Kesiapan kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menuntut sekolah menyesuaikan pembelajaran, pengembangan kompetensi, dan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terhadap kebutuhan dunia kerja yang dinamis. Kondisi tersebut membutuhkan kepemimpinan kepala sekolah yang mampu membaca kondisi internal dan eksternal serta menerjemahkannya ke dalam strategi adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis perancangan dan implementasi strategi kepemimpinan kepala SMKN 1 Pringgabaya berdasarkan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua jurusan, guru produktif, pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK), siswa, alumni, dan mitra DUDI. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa strategi SO memperkuat kemitraan DUDI, teaching factory, dan PKL; WO meningkatkan kompetensi guru dan sarana praktik; ST memperkuat budaya kerja dan soft skills; sedangkan WT mengoptimalkan tracer study dan evaluasi program. Sintesis temuan menghasilkan Adaptive SWOT-Based Vocational Leadership sebagai kebaruan penelitian yang menjelaskan kepemimpinan adaptif melalui pemetaan kondisi, penetapan strategi, implementasi, dan evaluasi berkelanjutan untuk memperkuat kesiapan kerja lulusan.