Musifuddin Musifuddin
Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Hamzanwadi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DARI KESIAPAN GURU MENUJU PERUBAHAN PEMBELAJARAN: PERENCANAAN DEEP LEARNING DI SMA NEGERI INDONESIA Mustiaji Amiruddin; Badarudin Badarudin; Musifuddin Musifuddin
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.15527

Abstract

ABSTRACT Implementing Deep Learning does not depend solely on teachers’ understanding of the concept, but also on the conditions that shape their ability to plan and conduct learning. This study aims to understand how contextual factors shape teachers’ planning readiness and how such readiness is reflected in professional practice across six public senior high schools in East Lombok Regency. The study employed a descriptive qualitative approach involving vice principals for curriculum affairs, subject teachers, Guru Penggerak, and heads of learning communities as informants selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, passive participant observation, and documentation, and were analyzed interactively through data reduction, data display, conclusion drawing, and verification. Data trustworthiness was strengthened through source, technique, and time triangulation, as well as member checking. The findings reveal that teacher readiness develops but does not progress uniformly, as it is shaped by school leadership, professional development, collaboration, facilities, digital competence, time, and student characteristics. Stronger readiness is reflected in the coherence of learning objectives, activities, assessment, implementation, and reflection. These findings position planning as a link between teacher capacity and the school ecosystem in directing changes in professional practice toward Deep Learning. ABSTRAK Implementasi Pembelajaran Mendalam tidak hanya bergantung pada pemahaman guru terhadap konsep, tetapi juga pada kondisi yang membentuk kemampuan mereka merencanakan dan menjalankan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana faktor kontekstual membentuk kesiapan perencanaan guru dan bagaimana kesiapan tersebut tercermin dalam praktik profesional pada enam SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru mata pelajaran, Guru Penggerak, dan ketua komunitas belajar sebagai informan yang dipilih secara purposive. Data dihimpun melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif pasif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, waktu, serta member check. Temuan memperlihatkan bahwa kesiapan guru berkembang, tetapi tidak berlangsung seragam karena dipengaruhi kepemimpinan sekolah, pengembangan profesional, kolaborasi, sarana, kompetensi digital, waktu, dan karakteristik peserta didik. Kesiapan yang lebih kuat tercermin dalam keterpaduan tujuan, aktivitas, asesmen, pelaksanaan, dan refleksi pembelajaran. Temuan ini menempatkan perencanaan sebagai penghubung antara kapasitas guru dan ekosistem sekolah dalam mengarahkan perubahan praktik profesional menuju Pembelajaran Mendalam.
KEPEMIMPINAN SEKOLAH, BUDAYA ORGANISASI, DAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI PREDIKTOR KINERJA GURU SEKOLAH DASAR Maturiadi Maturiadi; Padlurrahman Padlurrahman; Musifuddin Musifuddin
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.15698

Abstract

ABSTRACT Teacher performance is an important factor in improving the quality of education; however, its achievement is determined not only by teachers’ individual competencies but also by school leadership and organizational conditions. In the context of public elementary schools in Suela District, empirical understanding is needed regarding the organizational and individual factors that contribute to teacher performance. This study aims to analyze the effects of principal leadership, organizational culture, and work motivation on teacher performance in public elementary schools in Suela District, East Lombok Regency, both partially and simultaneously. The study employed a quantitative approach with an associative ex post facto design. The population consisted of 350 teachers from 30 public elementary schools, with a sample of 187 teachers selected using proportional random sampling. Data were collected through a Likert-scale questionnaire measuring principal leadership, organizational culture, work motivation, and teacher performance. The data were analyzed using descriptive statistics, regression assumption tests, and multiple linear regression with the assistance of SPSS. The results showed that principal leadership, organizational culture, and work motivation each had a positive and significant effect on teacher performance. Organizational culture demonstrated the strongest relative contribution to the model, followed by work motivation and principal leadership. Simultaneously, the three predictors significantly contributed to teacher performance, with the model explaining 46.2% of the variance in teacher performance based on the Adjusted R Square. These findings indicate that improving teacher performance requires strengthening school leadership, fostering a collaborative and professional organizational culture, and sustaining teachers’ work motivation. ABSTRAK Kinerja guru merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan, tetapi pencapaiannya tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individual guru, melainkan juga oleh kondisi kepemimpinan dan lingkungan organisasi sekolah. Dalam konteks sekolah dasar negeri di Kecamatan Suela, diperlukan pemahaman empiris mengenai faktor organisasi dan individual yang berkontribusi terhadap kinerja guru. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif ex post facto. Populasi penelitian berjumlah 350 guru pada 30 SD Negeri, dengan sampel sebanyak 187 guru yang dipilih melalui proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang mengukur kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi, motivasi kerja, dan kinerja guru. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi regresi, dan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi, dan motivasi kerja masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Budaya organisasi menunjukkan kontribusi relatif paling kuat dalam model, diikuti motivasi kerja dan kepemimpinan kepala sekolah. Secara simultan, ketiga prediktor berkontribusi signifikan terhadap kinerja guru dengan kemampuan model menjelaskan 46,2% variasi kinerja guru berdasarkan Adjusted R Square. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja guru perlu didukung melalui penguatan kepemimpinan, pembentukan budaya organisasi yang kolaboratif dan profesional, serta pemeliharaan motivasi kerja secara berkelanjutan.