MUHAMMAD ASADULLAH
Institut Agama Islam Nurul Hakim

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KITAB TARBIYAH AMALIYAH KELAS III MA DI PONDOK PESANTREN AL-ISTIQOMAH KAPU AYU NOVITA SARI; MUHAMMAD ASADULLAH; MURHAM MURHAM; MUJITAHID MUJITAHID; IRFAN HAFIZ
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i4.15670

Abstract

This study aims to analyze the implementation of character education through the teaching of the Tarbiyah Amaliyah book among Grade III Madrasah Aliyah students at Al-Istiqomah Kapu Islamic Boarding School and to identify its supporting and inhibiting factors. Although studies on character education in Islamic boarding schools have been widely conducted, research specifically examining the integration of pedagogical texts and amaliyah tadris practices in developing prospective teachers’ character remains limited. This study employed a qualitative approach with a case study design conducted from February to July 2023. Data were collected through participatory observations, in-depth interviews with the subject teacher and Grade III MA students, and learning documentation. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, with the validity of findings strengthened through source and technique triangulation. The results show that Tarbiyah Amaliyah functions as a medium for integrating pedagogical knowledge and character formation among prospective teachers. The character values identified include honesty, discipline, responsibility, wisdom, sincerity, and professionalism. These values are internalized through the teaching of the book, teacher modeling, habituation, guidance, and amaliyah tadris, which provides opportunities for students to apply character values in authentic learning situations. Supporting factors include teacher commitment, direct practice, positive reinforcement, and continuous guidance, while inhibiting factors are related to lesson scheduling and variations in family support that influence learning motivation. This study confirms that Tarbiyah Amaliyah functions not only as a source of pedagogical knowledge but also as an ecosystem for developing the moral-professional character of prospective educators through the integration of pedagogical texts, teaching practice, and pesantren culture. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran Kitab Tarbiyah Amaliyah pada santri kelas III Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kapu serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Meskipun kajian pendidikan karakter pesantren telah berkembang, penelitian yang mengkaji integrasi kitab pedagogik dan praktik amaliyah tadris dalam pembentukan karakter calon guru masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada Februari–Juli 2023. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru pengampu dan santri kelas III MA, serta dokumentasi pembelajaran, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan penguatan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarbiyah Amaliyah berfungsi sebagai media integrasi pengetahuan pedagogik dan pembentukan karakter calon guru. Nilai karakter yang ditemukan meliputi kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kebijaksanaan, keikhlasan, dan profesionalisme. Internalisasi nilai berlangsung melalui pembelajaran kitab, keteladanan, pembiasaan, bimbingan, dan amaliyah tadris yang memberikan pengalaman penerapan nilai dalam situasi pembelajaran nyata. Faktor pendukung meliputi komitmen guru, praktik langsung, penguatan positif, dan bimbingan berkelanjutan, sedangkan hambatan berkaitan dengan waktu pembelajaran dan variasi dukungan keluarga yang memengaruhi motivasi belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa Tarbiyah Amaliyah tidak hanya berfungsi sebagai sumber pengetahuan pedagogik, tetapi juga sebagai ekosistem pembentukan karakter moral-profesional calon pendidik melalui integrasi kitab, praktik mengajar, dan kultur pesantren.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR: STUDI FENOMENOLOGIS DI SDN 2 TELAGA WARU Moh Ahyar; Mohamad Gazali; Lalu Reno Eka Wijaya; Muhammad Asadullah; Bq Fitria Handayani
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.15683

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) learning in elementary schools requires approaches that encourage students’ active engagement. Although previous studies have examined the implementation of scientific approaches in IRE, limited attention has been given to how such approaches operate in classrooms characterized by diverse foundational literacy skills and varying levels of family support. This study aims to describe the implementation of the scientific approach in IRE learning, identify qualitative indicators of students’ learning interest, and analyze contextual barriers affecting its implementation in Grade 5 at SDN 2 Telaga Waru. This study employed a qualitative phenomenological design. Data were collected through classroom observations, interviews with the IRE teacher, homeroom teacher, and selected students, as well as school documentation. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing/verification, with credibility strengthened through source and technique triangulation. The findings show that the scientific approach was implemented through observing contextual phenomena, questioning, information gathering, reasoning, and communicating learning outcomes. Students’ learning interest was indicated by attention to learning materials, curiosity, willingness to answer questions, participation in classroom activities, and efforts to seek information. However, learning experiences were not equally accessible to all students due to differences in foundational literacy and numeracy skills and limited family support. The findings highlight that scientific approach implementation in elementary IRE should be supported by differentiated instruction, foundational literacy reinforcement, multisensory learning media, and school–family collaboration to promote more inclusive learning participation. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar memerlukan pendekatan yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa. Meskipun berbagai penelitian telah membahas penerapan pendekatan saintifik dalam PAI, kajian yang mengungkap bagaimana pendekatan tersebut berlangsung pada kelas yang memiliki keragaman kemampuan literasi dasar dan dukungan keluarga masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan saintifik dalam pembelajaran PAI, mengidentifikasi indikator minat belajar siswa, serta menganalisis hambatan yang memengaruhi penerapannya pada kelas V SDN 2 Telaga Waru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan guru PAI, wali kelas, dan siswa terpilih, serta dokumentasi sekolah. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi dengan penguatan kredibilitas melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan saintifik diterapkan melalui kegiatan mengamati fenomena kontekstual, menanya, mencari informasi, menalar, dan mengomunikasikan hasil belajar. Minat belajar siswa terindikasi melalui perhatian terhadap materi, rasa ingin tahu, keberanian menjawab, partisipasi dalam kegiatan pembelajaran, dan kemauan mencari informasi. Namun, penerapan pendekatan ini belum memberikan pengalaman belajar yang merata karena sebagian siswa menghadapi hambatan literasi dan numerasi dasar serta keterbatasan dukungan keluarga. Temuan penelitian menegaskan bahwa implementasi pendekatan saintifik dalam PAI sekolah dasar perlu didukung oleh diferensiasi pembelajaran, penguatan literasi dasar, penggunaan media multisensori, dan kolaborasi sekolah–keluarga agar pembelajaran lebih inklusif.