HERMAYANTO HERMAYANTO
Institut Agama Islam Nurul Hakim

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE SYAWIR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN FIKIH PADA PESERTA DIDIK HALAQAH DINIYAH DI PONDOK PESANTREN AL-HIKMAH ADNANI DESA BENGKEL LOMBOK BARAT AKHMAD RIADI; NOVA ELIASA; HERMAYANTO HERMAYANTO; SILAMAWATI SILAMAWATI; ABDUL AZIZ
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i4.15674

Abstract

Fiqh learning in Islamic boarding schools faces challenges in ensuring that students not only understand classical Islamic texts (kitab kuning) textually but are also able to analyze and relate them to issues encountered in daily life. Although the Syawir method has been widely practiced in pesantren traditions, studies specifically examining its implementation process and its contribution to students’ fiqh understanding within the context of diniyah halaqah remain limited. This study aims to analyze the implementation of the Syawir method and identify its contribution to students’ fiqh understanding at Al-Hikmah Adnani Islamic Boarding School, Bengkel Village, West Lombok, during the 2022/2023 academic year. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation involving informants consisting of the pesantren caretaker, fiqh instructor, and diniyah halaqah students who participated in the Syawir activities. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of the Syawir method involves several stages, including material planning, selection of books or textual passages (ibaroh) to be discussed, discussion sessions guided by a moderator, text reading, question-and-answer activities, and validation by the instructor. The contribution of the Syawir method to students’ fiqh understanding was reflected in their developing abilities to comprehend the meaning of classical texts, explain the content of fiqh materials, relate fiqh concepts to real-life contexts, and express their opinions during discussions. Supporting factors for the implementation of this method include the readiness of fiqh instructors, student participation, and the availability of learning resources. Meanwhile, the identified challenges include limited participation among some students, time management constraints, and discussions that were not always well-structured. This study indicates that the Syawir method has potential as a discussion-based fiqh learning strategy in pesantren environments, while improvements are still needed in discussion management and student engagement. ABSTRAK Pembelajaran fikih di pondok pesantren menghadapi tantangan dalam memastikan peserta didik tidak hanya memahami teks kitab kuning secara tekstual, tetapi juga mampu menganalisis dan mengaitkannya dengan persoalan kehidupan sehari-hari. Meskipun metode Syawir telah banyak digunakan dalam tradisi pesantren, kajian yang secara khusus mengungkap proses implementasi metode tersebut dan kontribusinya terhadap pemahaman fikih peserta didik pada konteks halaqah diniyah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Syawir serta mengidentifikasi kontribusinya terhadap pemahaman fikih peserta didik di Pondok Pesantren Al-Hikmah Adnani Desa Bengkel Lombok Barat pada tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas pengasuh pondok, pengampu fikih, dan peserta didik halaqah diniyah yang terlibat dalam pelaksanaan Syawir. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Syawir dilakukan melalui tahapan perencanaan materi, pemilihan kitab atau ibaroh yang akan dikaji, pelaksanaan diskusi yang dipandu moderator, pembacaan teks, tanya jawab, serta pentashihan oleh pembina. Kontribusi metode Syawir terhadap pemahaman fikih terlihat pada berkembangnya kemampuan peserta didik dalam memahami makna teks kitab, menjelaskan kandungan materi, menghubungkan konsep fikih dengan konteks kehidupan, serta menyampaikan pendapat dalam diskusi. Faktor pendukung implementasi metode ini meliputi kesiapan pengampu fikih, keaktifan peserta didik, dan ketersediaan sumber belajar. Adapun hambatan yang ditemukan berupa keterbatasan partisipasi sebagian peserta didik, pengelolaan waktu, dan diskusi yang belum selalu terarah. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Syawir memiliki potensi sebagai strategi pembelajaran fikih berbasis diskusi di lingkungan pesantren dengan tetap memerlukan penguatan pada aspek manajemen diskusi dan keterlibatan peserta didik.
IMPLEMENTASI METODE QIRA’ATI DALAM PEMBELAJARAN TAJWID UNTUK PENGUATAN BACAAN AL-QUR’AN SANTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL BAYAN UMI YASIH; HERMAYANTO HERMAYANTO; MUJIBURRAHMAN AZAN; IIN INTAN KOMALA; YUSUF HARYADI FIRDAUS
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i4.15677

Abstract

Accurate Qur’anic reading requires mastery of tajwid, makhraj, and tartil. However, studies on the Qira’ati method have mainly focused on its general implementation in schools and Qur’anic learning institutions, while its integration within the learning ecology of Islamic boarding schools remains underexplored. This study aims to analyze the implementation of the Qira’ati method in tajwid instruction for female students at Pondok Pesantren Nurul Bayan, Lombok Utara. A descriptive qualitative approach with a case study design was employed through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion verification using source and technique triangulation. The findings show that Qira’ati learning is implemented through a structured sequence of stages, including basic volumes, Qur’anic reading, gharib, and tajwid, supported by sorogan, classical-individual, and read-listen strategies. The novelty of this study lies in identifying an integrative pesantren-based Qira’ati model that combines staged curriculum, teacher competence through tashih and syahadah, repeated practice within the pesantren routine, and continuous formative assessment. The findings indicate qualitative improvements in reading clarity, tartil, and the application of tajwid principles based on observations and participants’ experiences, although these changes were not measured through a pretest-posttest design. The implementation is supported by teacher competence, student engagement, and the pesantren environment, while challenges include limited instructional time, fluctuating learning motivation, and a limited number of certified teachers. This study contributes to Qur’anic education by providing contextual insights into the implementation of Qira’ati as a structured and sustainable learning system in Islamic boarding schools. ABSTRAK Kemampuan membaca Al-Qur’an secara tepat memerlukan penguasaan tajwid, makhraj, dan tartil. Namun, kajian tentang metode Qira’ati masih lebih banyak membahas implementasi umum di sekolah dan lembaga pendidikan Al-Qur’an, sementara integrasinya dalam ekologi pembelajaran pesantren belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi metode Qira’ati dalam pembelajaran tajwid pada santri putri di Pondok Pesantren Nurul Bayan, Lombok Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Qira’ati dilaksanakan secara berjenjang melalui tahap jilid, Al-Qur’an, gharib, dan tajwid dengan dukungan strategi sorogan, klasikal-individual, serta baca-simak. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi model integratif Qira’ati berbasis pesantren yang menggabungkan kurikulum berjenjang, kompetensi guru melalui tashih dan syahadah, latihan berulang dalam rutinitas pesantren, serta evaluasi formatif berkelanjutan. Temuan menunjukkan adanya perubahan positif secara kualitatif pada kejelasan bacaan, tartil, dan penerapan kaidah tajwid berdasarkan observasi dan pengalaman informan, meskipun tidak diukur melalui desain pretest-posttest. Implementasi ini didukung oleh kompetensi guru, keterlibatan santri, dan lingkungan pesantren, dengan hambatan berupa keterbatasan waktu, motivasi belajar yang fluktuatif, serta keterbatasan jumlah guru bersertifikasi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran Al-Qur’an melalui pemahaman tentang penerapan metode Qira’ati sebagai sistem pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan di pesantren.