Nurul Muhlisin Asyrafuddin
Institut Agama Islam Nurul Hakim

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE QIRO’ATY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS MEMBACA AL-QUR’AN SANTRI KELAS I PONDOK PESANTREN NURUL BAYAN Nurul Muhlisin Asyrafuddin; Muhammad Muhlis; Bq Raudatul Jannah; Zul Azhar; Auha Amalina
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.15686

Abstract

Learning to read the Qur’an requires an instructional method that guides students to recite fluently, in tartil, and accurately in applying tajwid and makharij al-huruf. However, studies on the implementation of the Qiro’aty method in Islamic boarding schools remain limited, particularly those linking the learning process with the availability of certified Qiro’aty teachers, consistency of instructional implementation, and student motivation. This study aimed to analyze the implementation of the Qiro’aty method and the development of Qur’anic reading quality among first-year students at Nurul Bayan Islamic Boarding School during the 2023–2024 academic year, while also identifying implementation constraints and optimization efforts. A descriptive qualitative approach was employed, involving 12 purposively selected informants consisting of first-year students, Qiro’aty teachers, and school administrators. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis involved data reduction, data display, and conclusion drawing, while data credibility was strengthened through source triangulation and member checking. The findings indicated development in students’ Qur’anic reading quality, particularly in reading fluency, tajwid accuracy, and the habituation of tartil recitation. These developments were associated with the implementation of classical and individual instruction combined with direct correction of recitation. However, the implementation of Qiro’aty was still constrained by the limited number of certified teachers, inconsistent instructional discipline, and low motivation among some students. The findings indicate that the quality of Qiro’aty implementation is influenced by teacher competence, instructional consistency, and student engagement. Therefore, strengthening teacher training and certification, instructional supervision, and motivational strategies is necessary to support more consistent and sustainable Qur’anic learning. ABSTRAK Pembelajaran membaca Al-Qur’an memerlukan metode yang mampu membimbing santri membaca secara tartil, lancar, serta tepat dalam penerapan tajwid dan makharijul huruf. Namun, kajian mengenai implementasi metode Qiro’aty di pesantren masih terbatas, khususnya yang mengaitkan proses pembelajaran dengan ketersediaan guru bersyahadah, konsistensi pelaksanaan pembelajaran, dan motivasi santri. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi metode Qiro’aty serta perkembangan kualitas membaca Al-Qur’an pada santri kelas I Pondok Pesantren Nurul Bayan tahun pelajaran 2023–2024, sekaligus mengidentifikasi kendala dan upaya optimalisasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 12 informan yang terdiri atas santri kelas I, guru Qiro’aty, dan pihak pengelola pesantren yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan kualitas bacaan santri, terutama pada aspek kelancaran, ketepatan tajwid, dan pembiasaan membaca secara tartil. Perkembangan tersebut berkaitan dengan penerapan pembelajaran klasikal dan individual serta koreksi bacaan secara langsung. Namun, implementasi Qiro’aty masih menghadapi keterbatasan guru bersyahadah, ketidakstabilan disiplin pengajaran, dan rendahnya motivasi sebagian santri. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas implementasi Qiro’aty dipengaruhi oleh kompetensi guru, konsistensi pembelajaran, dan keterlibatan santri. Oleh karena itu, penguatan pelatihan dan syahadah guru, supervisi pembelajaran, serta strategi motivasional diperlukan untuk mendukung pembelajaran Al-Qur’an yang lebih konsisten dan berkelanjutan.
INTEGRASI LIMA PROGRAM BAHASA DALAM PENGUATAN KEMAMPUAN BERBAHASA ARAB SANTRIWATI: STUDI KUALITATIF DI PONDOK PESANTREN NURUL BAYAN Nurul Muhlisin Asyrafuddin; Khalid Makky; Auha Amalina; Heri Fadli; Abdul Aziz
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i4.15676

Abstract

This study analyzes the role and integration of five language programs in developing an Arabic-speaking environment for female students at Nurul Bayan Islamic Boarding School and identifies the main implementation constraints. A descriptive qualitative approach was employed from March to July 2024. Data were collected through observation of language activities, semi-structured interviews with female students, teachers, and boarding-school administrators, and document analysis. Data were analyzed through reduction, display, and conclusion drawing, while credibility was strengthened through source and technique triangulation and informant checking. The findings show that Mufrodat Sobahiyyah, Muhadoroh, Islahul Akhto’, Muhadatsah, and Mahkamah Lughowiyyah perform complementary functions: providing lexical input, expanding opportunities for oral production, giving language correction, habituating authentic conversation, and maintaining language-use discipline. Their integration forms a language-practice ecosystem that connects formal instruction with everyday communication in the pesantren. Major constraints include inconsistent use of the designated language, shyness and low self-confidence, a gap between grammatical knowledge and actual use, a dense activity schedule, and inconsistent supervision. The study concludes that the main contribution of the language programs lies in their functional integration and continuity of practice; therefore, stronger motivation, educative supervision, and regular program evaluation are required to improve the quality and sustainability of the Arabic-speaking environment. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan keterpaduan lima program bahasa dalam membentuk lingkungan berbahasa Arab bagi santriwati Pondok Pesantren Nurul Bayan, sekaligus mengidentifikasi kendala implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada Maret–Juli 2024. Data diperoleh melalui observasi kegiatan bahasa, wawancara semi-terstruktur dengan santriwati, ustadz/ustadzah, dan pengurus pesantren, serta dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan; keabsahan diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik serta pengecekan kembali kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mufrodat Sobahiyyah, Muhadoroh, Islahul Akhto’, Muhadatsah, dan Mahkamah Lughowiyyah menjalankan fungsi yang saling melengkapi: menyediakan input kosakata, memperluas kesempatan produksi lisan, memberi koreksi bahasa, membiasakan percakapan autentik, dan menjaga disiplin penggunaan bahasa. Keterpaduan tersebut membentuk ekosistem latihan bahasa yang menghubungkan pembelajaran formal dengan penggunaan bahasa dalam kehidupan pesantren. Kendala utama meliputi rendahnya konsistensi penggunaan bahasa resmi, rasa malu dan kurang percaya diri, kesenjangan antara pengetahuan kaidah dan praktik, padatnya kegiatan, serta pengawasan yang belum selalu konsisten. Penelitian menyimpulkan bahwa kontribusi program bahasa terutama terletak pada integrasi fungsi dan kesinambungan praktik, sehingga penguatan motivasi, supervisi edukatif, dan evaluasi program diperlukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan bahasa. Kata kunci: lingkungan bahasa Arab; pesantren; maharah kalam; program bahasa; santriwati