Keluarga nelayan menghadapi tantangan ekonomi akibat pendapatan yang tidak stabil dan bergantung musim. Kondisi ini diperburuk oleh rendahnya literasi keuangan, lemahnya budaya menabung, serta belum adanya pencatatan keuangan rumah tangga secara teratur. Identifikasi awal di Desa Kotabunan menunjukkan sebagian besar keluarga nelayan masih memandang tabungan sebagai sisa pendapatan dan belum mencatat pemasukan maupun pengeluaran secara sistematis. Untuk mengatasi hal ini, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan guna meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan keluarga nelayan melalui pelatihan literasi keuangan dan pencatatan keuangan sederhana. Kegiatan ini terdiri atas beberapa tahap: identifikasi kebutuhan masyarakat, penyampaian materi, praktik penyusunan anggaran prioritas, pelatihan pencatatan arus kas, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Sasaran utama program adalah ibu rumah tangga nelayan yang berperan sebagai pengelola keuangan keluarga. Efektivitas kegiatan dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test yang mencakup literasi keuangan dasar, penyusunan anggaran prioritas, dan pencatatan arus kas. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, dengan rata-rata skor naik dari 46,33 menjadi 81,67, atau meningkat 35,33 poin. Peningkatan juga terlihat pada literasi keuangan dasar (30 poin), penyusunan anggaran prioritas (41 poin), dan pencatatan arus kas (35 poin). Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan efektif memperkuat kapasitas keluarga nelayan dalam mengelola keuangan secara lebih terencana, efektif, dan berkelanjutan.