Tulus Pratama Sastrawijaya
Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Perempuan dalam Cerpen Karya Ulfatin Ch di Majalah Suara Muhammadiyah: Sebuah Kajian Naratologi Feminis David Setiadi; Siska Hestiana; Tulus Pratama Sastrawijaya
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v9i1.23812

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi perempuan dalam tiga cerpen karya Ulfatin Ch yang diterbitkan di Majalah Suara Muhammadiyah, yaitu "Kemerdekaan Burung" (2024), "Tahun Baru yang Pudar" (2024), dan "Jalan Tol Ali" (2025). Dengan menggunakan pendekatan naratologi feminis, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, 1) konstruksi otoritas naratif dan posisi suara perempuan dalam ketiga cerpen tersebut, 2) identifikasi écriture féminine dalam teks, serta 3) pola etika naratif yang membentuk ciri khas kepengarangan Ulfatin Ch. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pembacaan dekat (close reading) komparatif yang didukung oleh kerangka teoretis Lanser (2005) mengenai mode naratif feminis, Page (2003) tentang negosiasi identitas naratif, dan Cixous (1997) mengenai écriture féminine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga cerpen menampilkan variasi mode narasi yang signifikan seperti narasi komunal alegoris (communal narration) dalam "Kemerdekaan Burung", narasi personal empatik (personal narration) dalam "Tahun Baru yang Pudar", serta narasi orang ketiga dengan fokalisasi berganda (authorial narration) dalam "Jalan Tol Ali". Secara stilistik, jejak écriture féminine hadir melalui penggunaan bahasa sensoris yang kaya, struktur naratif yang sirkular, penolakan terhadap closure yang definitif, serta pola transmisi pengetahuan matrilineal. Secara ideologis, penelitian ini mengidentifikasi sebuah orientasi etis yang berulang dalam karya-karya Ulfatin Ch yang disebut sebagai etika naratif empati kritis, yaitu mode penulisan yang memadukan keterlibatan empatik dengan analisis struktural terhadap ketidakadilan sosial. Penelitian ini berkontribusi dalam menunjukkan keterkaitan antara distribusi suara naratif dengan representasi perempuan kelas bawah, serta memperlihatkan kemungkinan hadirnya artikulasi feminisme kultural-religius yang berakar pada konteks sosial Indonesia.