Sri Ratnaningsih
Poltekkes Kemenkes Jakarta II

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PHANTOM 1D SEDERHANA BERBASIS HUKUM BEER–LAMBERT UNTUK EVALUASI ATENUASI SINAR-X PADA COMPUTED TOMOGRAPHY (CT): DEVELOPMENT OF A SIMPLE ONE-DIMENSIONAL PHANTOM MODEL BASED ON THE BEER–LAMBERT LAW FOR EVALUATION OF X-RAY ATTENUATION IN COMPUTED TOMOGRAPHY (CT) Sri Ratnaningsih; Heri Kuswoyo
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1328

Abstract

Latar Belakang: Computed Tomography (CT) merupakan modalitas pencitraan medis yang penting dalam diagnosis, namun memerlukan optimasi untuk menjaga kualitas citra dengan dosis radiasi yang minimal. Perbedaan koefisien atenuasi dan ketebalan jaringan mempengaruhi interaksi sinar-X, sehingga diperlukan pendekatan sederhana untuk mengevaluasi karakteristik tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh koefisien atenuasi, ketebalan jaringan, dan threshold intensitas terhadap atenuasi sinar-X dengan menggunakan model phantom satu dimensi (1D) berbasis hukum Beer-Lambert. Metode: Metode yang digunakan berupa simulasi komputasi dengan variasi koefisien atenuasi yang merepresentasikan beberapa jaringan tubuh serta variasi ketebalan 0–30 cm. Intensitas radiasi sinar-X minimum divariasikan 5%, 10%, dan 15% dari intensitas awal untuk menentukan batas penetrasi dari setiap jaringan dan ketebalan. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa intensitas radiasi sinar-X menurun secara eksponensial terhadap peningkatan ketebalan, dan penurunan paling signifikan terjadi pada jaringan dengan koefisien atenuasi tinggi, yaitu tulang. Selain itu, peningkatan koefisien atenuasi dan threshold intensitas minimum menyebabkan penurunan ketebalan maksimum yang dapat dipenetrasi. Kesimpulan: Model phantom 1D mampu memberikan gambaran awal yang efektif mengenai pengaruh parameter atenuasi terhadap kualitas citra CT, serta dapat digunakan sebagai pendekatan awal dalam optimasi dosis dan parameter pencitraan sebelum dilakukan simulasi lanjutan atau eksperimen fisik.