Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara orang tua dan anak berkomunikasi dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Perubahan tersebut relevan bagi siswa/i kelas XII yang berada pada fase transisi menuju pendidikan lanjutan serta penentuan pilihan masa depan sehingga membutuhkan arahan, dukungan emosional, dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan memahami perubahan komunikasi keluarga di era digital dalam membangun motivasi belajar siswa/i kelas XII SMA PGII 2 Bandung serta memahami pemaknaan pesan komunikasi dalam interaksi keluarga sehari-hari. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan terdiri atas enam siswa/i kelas XII sebagai informan utama dan dua orang tua sebagai informan pendukung. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui pengumpulan data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga mengalami perubahan dari komunikasi yang dominan secara langsung menuju kombinasi komunikasi langsung dan digital. WhatsApp dan video call membantu mempertahankan komunikasi ketika terdapat keterbatasan jarak, waktu, atau aktivitas, sedangkan komunikasi tatap muka tetap penting untuk dukungan emosional dan pembicaraan yang bersifat substantif. Siswa/i memaknai pesan orang tua sebagai bentuk perhatian, kasih sayang, dukungan, kepercayaan, arahan, dan harapan. Pemaknaan tersebut berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan autonomy, competence, dan relatedness yang mendukung motivasi belajar. Perangkat digital juga memberikan kemudahan komunikasi, tetapi dapat menjadi distraksi apabila digunakan secara berlebihan untuk aktivitas nonakademik