Kebutuhan seledri selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, peningkatan ini disebabkan oleh semakin berkurangnya lahan pertanian akibat konversi lahan sehingga dialihkan ke negara berkembang yang lahannya masih luas dengan tenaga kerja yang relatif murah, serta kondisi iklim yang kurang mendukung terutama saat musim dingin dan musim gugur sehingga praktis. Kebutuhan sayuran untuk masyarakatnya tergantung dari negara-negara lain. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka perlu dilakukan peningkatan hasil, baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi. Salah satu peningkatan hasil melalui pemilihan media tumbuh. Beberapa media tanam yang sering digunakan adalah media tanah, media pupuk kandang, arang sekam dan juga campuran tanah dengan pasir maupun perpaduan di antara media tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi media tanam yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman seledri. Penelitian ini telah dilakukan di Desa Karya Mukti, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Pelaksanaan penelitian ini berlangsung mulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2020. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan berbagai komposisi media tanam yang terdiri atas 7 taraf yaitu M0 = Kontrol (tanah/topsoil), M1 = (tanah : arang sekam : pupuk kandang sapi = 1:1:1), M2 = (tanah : arang sekam : pupuk kandang sapi = 1:1:2), M3 = (tanah : pupuk kandang sapi = 1:2), M4 = (tanah : pupuk kandang sapi = 1:1), M5 = (arang sekam : pupuk kandang sapi= 1:2), M6 = (arang sekam : pupuk kandang sapi = 1:1). Percobaan menghasilkan 14 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga secara keseluruhan diperoleh 42 unit percobaan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman seledri, perlakuan media tanam M6 kombinasi media arang sekam dan pupuk kandang sapi dengan perbandingan 1:1 dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan berat segar tanaman seledri lebih baik dan berbeda dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Hal ini menunjukkan arang sekam dan kotoran sapi dapat menyediakan hara tanaman.