Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KECEMASAN DAN PEMBELIAN IMPULSIF PADA SAAT PANDEMI COVID-19 Julianti, Annisa
UG Journal Vol 14, No 12 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mewabahnya virus Covid-19 di dunia dan termasuk di Indonesia menimbulkan banyak dampak. Salah satu dampak dari pandemi Covid-19 adalah kecemasan yang menimbulkan perilaku membeli yang impulsif. Pembelian impulsif banyak terjadi pada produk kesehatan yang dinilai dapat melindungi diri dari terpapar virus sehingga dapat meminimalisir rasa cemas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan kecemasan dan pembelian impulsif pada saat pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan alat pengumpul data berupa kuesioner, yang terdiri dari skala pembelian impulsif dan Fear of Covid-19 Scale (FCV-19S). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah subjek sebanyak 145 orang dengan karakteristik pria dan wanita berusia minimal 20 tahun dan telah menikah. Hasil uji reliabilitas dengan teknik alpha cronbach diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,830 pada skala pembelian impulsif dan sebesar 0,858 pada skala FCV-19S. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis korelasi product moment pearson. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p≤0,01) dengan nilai koefisien korelasi antara kecemasan dan pembelian impulsif sebesar 0,327. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kecemasan dan pembelian impulsif pada saat pandemi Covid-19. Semakin tinggi kecemasan yang dirasakan oleh individu akan menimbulkan pembelian impulsif yang tinggi juga.
STUDI PADA WANITA BEKERJA YANG BELUM MENIKAH DALAM MEMILIH PASANGAN HIDUP Maryani, Tri; Handayani, Nita Sri; Julianti, Annisa
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2024.v3i1.9873

Abstract

Menikah merupakan keputusan terbesar bagi sebagian individu dalam perjalanan hidupnya. Sebelum memutuskan untuk menikah, individu tentunya memiliki kriteria-kriteria tertentu dalam menentungan pasangan hidupnya. Namun wanita yang belum menikah terutama yang bekerja masih merasa sulit untuk menemukan pansangan hidup,sehingga cenederung menunda pernikahan oleh karena itu preferensi pemilihan pasangan hidup menjadi pertimbangan yang penting bagi wanita lajang  yang bekerja dalam menentukan kriteria pasangan sebelm menikah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gambaran pada wanita bekerja dalam memilih pasangan hidup. Responden dalam penelitian ini adalah wanita bekerja sebanyak 150 orang dengan kriteria belum pernah menikah, pendidikan terakhir minimal SMA, dengan rentang usia 25-40 tahun. Preferensi pemilihan pasangan hidup dalam penelitian ini diukur dengan Mate Selection Question yang diadaptasi dari Townsend (1989). Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif statistik yang mengungkap nilai dari mean, distribusi, subjek dan kategori dari data kuesioner yang dapat diolah sebagai penunjang dalam pembahasan mengenai variabel preferensi pemilihan pasangan hidup. Dari hasil analisis data dapat diketahui bahwa preferensi pemilihan pasangan hidup pada wanita bekerja berada pada kategori sedang. Artinya, responden dalam penelitian ini cukup memiliki pertimbangan dalam pemilihan pasangan hidup.
KUALITAS TIDUR PADA DEWASA AWAL DITINJAU DARI REGULASI DIRI, KECENDERUNGAN KECANDUAN SMARTPHONE, DAN PENUNDAAN WAKTU TIDUR Konradus, Natalia; Julianti, Annisa; Handayani, Nita Sri; Fauziah, Alia R.; Maryani, Tri
Jurnal Psikologi Vol 17, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2024.v17i2.11425

Abstract

Sleep is essential for a person's life. Quality sleep will affect a person's condition in living their days. Many things can disrupt a person's sleep quality, including excessive smartphone use, bedtime procrastination, and low self-regulation. This study aimed to empirically examine the influence of sleep delay, smartphone addiction tendencies, and self-regulation on sleep quality in early adult smartphone users. The sampling technique in this research is non-probability sampling. The sample in this study was 149 early adult smartphone users with an age range of 18-40 years. Data collection in this study used a sleep delay scale, smartphone addiction scale, self-regulation scale, and sleep quality scale. Based on the results of multiple regression analysis, it is known that the significance level is 0.000 (p<0.01), with an RSquare value of 0.461 (46.1%). This shows that the influence of self-regulation, smartphone addiction tendencies, and bedtime procrastination on the sleep quality of early adult smartphone users is very significant. Apart from that, it appears that self-regulation, smartphone addiction tendencies, and bedtime procrastination affect the sleep quality of early adult smartphone users by 46.1% while other factors outside this research influence the remaining 53.9%.
KESADARAN PENGASUHAN DIGITAL, MENINGKATKAN EFISIENSI IBU BEKERJA: PERAN WORK–LIFE BALANCE DAN DIGITAL PARENTAL SELF EFFICACY DALAM PENGGUNAAN PERANGKAT DIGITAL ANAK Rizki Fauziah, Alia; Sri Handayani, Nita; Julianti, Annisa; Mardianti, Mardianti; Konradus, Natalia
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8324

Abstract

The rapid development of digital technology requires parents, especially working mothers, to possess awareness and the ability to manage technology use efficiently, while balancing professional and parenting roles. This study aims to examine the influence of work-life balance and digital parental self-efficacy on digital parental awareness, specifically in the subdimension of efficient technology use. A quantitative research approach with an online survey was conducted with 182 working mothers who have children aged 5–15 years and are actively using gadgets or the internet. The results show that work-life balance and digital parental self-efficacy have a positive and significant effect on digital parental awareness in the efficient use of technology (R² = 0.239, F = 28.151, p < 0.01). These findings reveal that 23.9% of the variance in efficient digital awareness can be explained by these two variables. A balance between work and personal life supports mothers' involvement in overseeing their children's technology use, while digital self-efficacy enhances their ability to manage technology in a safe and productive manner. This study underscores the importance of programs that enhance work-life balance and digital self-efficacy training for working mothers in the digital age. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital memerlukan orang tua, terutama ibu bekerja, untuk memiliki kesadaran dan kemampuan dalam mengelola penggunaan teknologi secara efisien, sambil menyeimbangkan peran profesional dan pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) dan efikasi diri orang tua digital (digital parental self-efficacy) terhadap kesadaran orang tua digital, khususnya pada subdimensi penggunaan teknologi yang efisien (efficient use). Metode penelitian kuantitatif dengan survei daring melibatkan 182 ibu bekerja yang memiliki anak usia 5–15 tahun dan aktif menggunakan gawai atau internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan kehidupan kerja dan efikasi diri digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran digital orang tua dalam penggunaan teknologi yang efisien (R² = 0.239, F = 28.151, p < 0.01). Temuan ini mengungkapkan bahwa 23,9% variasi dalam kesadaran digital yang efisien dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi mendukung keterlibatan ibu dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak, sementara efikasi diri digital meningkatkan kemampuan ibu dalam mengelola teknologi dengan cara yang aman dan produktif. Penelitian ini menegaskan pentingnya program yang dapat meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja dan pelatihan efikasi diri digital bagi ibu bekerja di era digital.