Rika Desiyanti
Magister Manajemen, Universitas Bung Hatta, Padang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Thriving at Work dan Kepribadian terhadap Konflik Kerja-Keluarga dengan Kecanduan Kerja sebagai Variabel Mediasi pada Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Wilayah Sumatera Ikrimah Hani Aturrofidha; Listiana Sri Mulatsih; Rika Desiyanti
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (September-Oktober 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v8i1.9713

Abstract

Konflik kerja-keluarga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi auditor akibat tuntutan pekerjaan yang tinggi dan keterlibatan kerja yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh thriving at work dan kepribadian terhadap konflik kerja-keluarga dengan kecanduan kerja sebagai variabel mediasi pada auditor yang telah berkeluarga di Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Wilayah Sumatera. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 205 auditor pada 10 Perwakilan BPKP di wilayah Sumatera. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis diterima. Thriving at work dan kepribadian berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecanduan kerja maupun konflik kerja-keluarga. Selain itu, kecanduan kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap konflik kerja-keluarga serta berperan sebagai variabel mediasi pada hubungan antara thriving at work dan kepribadian terhadap konflik kerja-keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan kerja dan karakteristik individu yang tinggi dapat meningkatkan risiko konflik kerja-keluarga apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan peran yang seimbang. Penelitian ini memperkuat perspektif Conservation of Resources Theory dan Role Theory dalam menjelaskan hubungan antara sumber daya individu, perilaku kerja, dan konflik kerja-keluarga.
Pengaruh Kepemimpinan Welas Asih dan Pengembangan Karir terhadap Retensi Karyawan dengan Persepsi Keberhasilan Karir sebagai Mediasi (Studi Kasus pada Inspektorat Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat) Dola Indrayani Putri; Rika Desiyanti; Kasman Karimi
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (September-Oktober 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v8i1.9810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan welas asih dan pengembangan karir terhadap retensi karyawan dengan persepsi keberhasilan karir sebagai variabel mediasi pada PFA di Inspektorat wilayah Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mempertahankan PFA sebagai sumber daya manusia profesional dalam pelaksanaan fungsi pengawasan internal pemerintah. Kondisi retensi karyawan, kepemimpinan welas asih, pengembangan karir, dan persepsi keberhasilan karir yang masih berada pada kategori sedang menunjukkan adanya ruang untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia pada Inspektorat di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden dalam penelitian ini adalah PFA yang bekerja pada Inspektorat di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS), yang meliputi pengujian model pengukuran (measurement model) dan model struktural (structural model) melalui prosedur bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan welas asih berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan, pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan, kepemimpinan welas asih berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi keberhasilan karir, dan pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi keberhasilan karir. Selanjutnya, persepsi keberhasilan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan. Hasil pengujian mediasi juga menunjukkan bahwa persepsi keberhasilan karir memediasi pengaruh kepemimpinan welas asih terhadap retensi karyawan serta memediasi pengaruh pengembangan karir terhadap retensi karyawan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi Inspektorat di wilayah Provinsi Sumatera Barat untuk meningkatkan retensi PFA melalui penguatan kepemimpinan yang welas asih, penyediaan pengembangan karir yang lebih baik, serta peningkatan persepsi PFA terhadap keberhasilan karirnya.