Primantoro Nur Vitrianto
Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Relasi Gaya Hidup Slow Living dengan Pengalaman Slow Tourism di Desa Wisata Sidorejo Isna Dian Krisnandi; Primantoro Nur Vitrianto
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i9.2954

Abstract

Perkembangan pariwisata modern yang berorientasi pada kecepatan dan efisiensi mendorong munculnya slow tourism sebagai pendekatan yang mengutamakan kualitas, kedalaman, dan kebermaknaan pengalaman perjalanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi pemaknaan gaya hidup slow living melalui pengalaman slow tourism di Desa Wisata Sidorejo, Kabupaten Kulon Progo, berdasarkan perspektif pengelola dan wisatawan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Informan terdiri atas pengelola desa wisata dan wisatawan yang dipilih melalui teknik snowball sampling hingga mencapai kejenuhan data. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi slow living dan slow tourism tercermin dalam perjalanan tanpa ketergesa-gesaan, penggunaan waktu secara berkualitas, kedalaman pengalaman, keterlibatan dengan budaya dan kehidupan masyarakat lokal, kedekatan dengan alam, pencarian ketenangan, serta proses refleksi dan pembelajaran. Hubungan tersebut bersifat timbal balik: nilai slow living memengaruhi cara wisatawan memilih dan menjalani perjalanan, sedangkan pengalaman slow tourism memperkuat pemahaman dan penerapan nilai slow living. Penelitian menyimpulkan bahwa slow tourism tidak sekadar berkaitan dengan durasi atau tempo perjalanan, tetapi merupakan pengalaman bermakna yang dibangun melalui keterlibatan, pembelajaran, refleksi, dan hubungan autentik dengan karakter lokal destinasi serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal yang berpusat pada kesejahteraan pengunjung dan masyarakat setempat.