Hisyam Nasir Balfas
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kapan Ampunan dan Pertolongan Allah itu datang? Hisyam Nasir Balfas
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i9.2958

Abstract

Krisis eksistensial masyarakat modern memunculkan kesalahpahaman terhadap konsep maghfirah (ampunan) dan pertolongan Allah, tercermin dari ketidakseimbangan sikap khawf (takut) dan raja' (harap) di kalangan umat Islam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi konsep ampunan dan pertolongan Allah menurut mufasir klasik-kontemporer, mengelaborasi dimensi temporal-filosofisnya, serta merumuskan konstruksi integratif relasi khawf-raja'. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis library research dengan teknik tafsir maudhu'i dan content analysis terhadap sumber primer (ayat Al-Qur'an, kitab tafsir) dan sekunder (karya filsafat Islam, jurnal ilmiah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa datangnya maghfirah dan nashrullah merupakan interaksi empat elemen: kesungguhan tawbah, kesabaran menghadapi ibtila', pemahaman relasional waktu Ilahi (dahr) yang melampaui logika linear, serta keseimbangan khawf-raja' sebagai fondasi psiko-spiritual. Penelitian menyimpulkan bahwa pertanyaan "kapan" lebih tepat dipahami sebagai persoalan kesiapan batin, bukan kepastian waktu, sehingga penantian merupakan ruang pematangan spiritual. Penelitian lanjutan disarankan mengeksplorasi penerapan model ini dalam konseling spiritual serta memperkuat verifikasi melalui pendekatan mixed method.
Kebenaran Tidak Dapat Ditutupi Sebagaimana Rona Merah Matahari Menyala Dari Ufuk Timur dan Barat Hisyam Nasir Balfas
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 10 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i10.2967

Abstract

Kebenaran merupakan konsep fundamental dalam filsafat dan psikologi yang tidak hanya berkaitan dengan kesesuaian antara pernyataan dan realitas, tetapi juga dengan proses manusia dalam memahami, menyembunyikan, dan mengungkap realitas tersebut. Di era post-truth, kebenaran menghadapi berbagai tantangan berupa disinformasi, manipulasi wacana, serta resistensi psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kebenaran yang tidak dapat ditutupi melalui integrasi perspektif fenomenologi Martin Heidegger tentang aletheia, teori relasi kuasa-pengetahuan Michel Foucault, dan teori disonansi kognitif Leon Festinger. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data diperoleh melalui kajian literatur terhadap artikel ilmiah yang relevan mengenai kebenaran, post-truth, relasi kuasa-pengetahuan, dan mekanisme psikologis manusia, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi secara deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebenaran merupakan proses penyingkapan yang berlangsung secara dinamis. Perspektif Heidegger menjelaskan bahwa kebenaran memiliki kecenderungan ontologis untuk tersingkap, sementara Foucault menunjukkan bahwa proses tersebut dipengaruhi oleh relasi kuasa dan produksi pengetahuan. Dari sisi psikologis, disonansi kognitif menjelaskan bahwa upaya mempertahankan penyangkalan terhadap kebenaran tidak dapat berlangsung secara permanen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebenaran dapat mengalami penutupan sementara melalui faktor struktural maupun personal, tetapi pada akhirnya memiliki kecenderungan untuk terungkap melalui dinamika sosial, filosofis, dan psikologis.