nan kualitas isolasi pada generator sinkron dapat diindikasikan oleh munculnya partial discharge (PD), yang berpotensi berkembang menjadi kegagalan isolasi serius jika tidak terdeteksi sejak dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Parameter Operasi terhadap PD pada generator sinkron PT PLN MCTN serta mengevaluasi hubungan struktural antarvariabel menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) berbasis SmartPLS. Sebagai pembanding, digunakan regresi linier berganda dengan SPSS untuk menguji konsistensi temuan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data historis operasi generator dan data pemantauan online PD dari sistem IRIS Power. Analisis mencakup evaluasi model pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model). Hasil menunjukkan bahwa model pengukuran memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Parameter Operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap PD dengan koefisien jalur 0,345, t-statistik 2,472, dan p-value 0,013. Nilai R² sebesar 0,119 menunjukkan bahwa Parameter Operasi menjelaskan 11,9% variasi PD. Sebaliknya, regresi linier berganda menunjukkan hubungan positif namun tidak signifikan secara statistik. Perbedaan ini disebabkan oleh karakteristik metode, di mana PLS-SEM menganalisis hubungan antar konstruk laten, sedangkan regresi linier berganda menganalisis hubungan langsung antarvariabel observasi. Dengan demikian, PLS-SEM lebih sesuai untuk memodelkan hubungan Parameter Operasi terhadap PD, terutama pada sampel terbatas, sedangkan regresi linier berganda berfungsi sebagai analisis pembanding yang memperkuat temuan penelitian.