Muhammad Aufa Almas Muhasibi
Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ikhtiar, Tawakal, Takdir Telaah Teologi Islam Atas Fenomena Haji Furoda diIndonesia Dalam Dekontruksi Ja?ques Derrida Muhammad Aufa Almas Muhasibi; Roymond Wijaya Permana
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i9.2970

Abstract

Fenomena gagalnya keberangkatan jamaah haji furoda di Indonesia menunjukkan perkembangan cara masyarakat memaknai ibadah dalam konteks sosial religius kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep ikhtiar, tawakal, dan takdir melalui perspektif Teologi Islam dengan pendekatan dekonstruksi Jacques Derrida. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, dengan data yang bersumber dari buku, jurnal, artikel ilmiah, serta dokumen relevan terkait penyelenggaraan ibadah haji dan fenomena haji furoda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dekonstruksi membuka ruang pembacaan ulang terhadap relasi ikhtiar, tawakal, dan takdir sebagai sesuatu yang tidak final, melainkan dinamis dan terus berkembang mengikuti zaman dalam konteks sosial religius masyarakat. Dekonstruksi juga membongkar oposisi biner antara "berhasil berangkat" yang dianggap sebagai keberhasilan spiritual dan "gagal berangkat" yang dipersepsikan sebagai kegagalan religius, sehingga makna keberhasilan ibadah tidak lagi bersifat tunggal dan absolut. Kajian ini menunjukkan adanya rekonstruksi pemahaman hubungan manusia dengan Tuhan dalam praktik keberagamaan kontemporer, di mana nilai ibadah juga terletak pada proses ikhtiar dan tawakal, bukan semata pada hasil akhir keberangkatan. Dengan demikian, fenomena haji furoda tidak hanya merupakan persoalan administratif, tetapi juga ruang refleksi teologis yang memperlihatkan relasi dinamis antara usaha manusia, ketentuan Ilahi, dan struktur sosial yang melingkupinya.