Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Asma Mengancam Nyawa di Intensive Care Unit Larissa Ardelia Ulva; Masrul Basyar; Russilawati Russilawati
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 10 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i10.2976

Abstract

Asma mengancam nyawa merupakan bentuk eksaserbasi asma paling berat yang ditandai dengan obstruksi jalan napas progresif, gangguan ventilasi, hipoksemia, hiperkapnia, dan risiko gagal napas yang membutuhkan perawatan intensif. Kompleksitas mekanisme patofisiologi serta tantangan dalam tata laksana pasien kritis membutuhkan pemahaman komprehensif mengenai strategi terapi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji definisi, epidemiologi, patofisiologi, dan strategi manajemen asma mengancam nyawa pada pasien di Intensive Care Unit (ICU). Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka naratif dengan menganalisis pedoman klinis, laporan epidemiologi, buku referensi, dan publikasi ilmiah periode 2014–2025 yang membahas eksaserbasi asma berat, ventilasi mekanik, terapi farmakologis, serta dukungan respirasi lanjutan. Data yang diperoleh kemudian disintesis secara deskriptif berdasarkan aspek klinis yang relevan. Asma mengancam nyawa melibatkan berbagai mekanisme kompleks seperti inflamasi jalan napas, bronkokonstriksi, sumbatan mukus, resistensi steroid, komorbiditas sistemik, dan infeksi berat. Tata laksana membutuhkan deteksi dini, pemberian bronkodilator dan kortikosteroid secara optimal, dukungan oksigenasi, serta ventilasi mekanik dengan strategi proteksi paru untuk mencegah hiperinflasi dinamis dan barotrauma. NIV, HFNC, dan ECMO dapat dipertimbangkan pada kasus refrakter tertentu. Manajemen terintegrasi berbasis bukti diperlukan untuk meningkatkan luaran klinis pasien dengan asma mengancam nyawa. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi strategi ventilasi dan terapi eskalasi yang paling optimal pada pasien ICU.