Pipiet Mutiara Tri Sentian
Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Distribusi Pergudangan Berdasarkan Waktu Penyimpanan dan Proses Cross-Docking Idris; Pipiet Mutiara Tri Sentian
Journal of Management and Industrial Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): MARET
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cross-docking mengubah aliran distribusi dengan mengurangi kebutuhan penyimpanan, tetapi evaluasi manfaatnya memerlukan kesesuaian antara indikator, satuan kapasitas, dan data waktu. Penelitian ini mengevaluasi sistem pergudangan dan rancangan cross-docking melalui analisis sekunder Warehouse Distribution System Dataset, Mendeley Data versi 1. Dua lembar kerja memuat masing-masing 97 baris jumlah barang di meja sortir dan kuantitas pengemasan; dua dokumen menjelaskan aliran proses serta kapasitas nominal. Metode menggabungkan audit data, statistik deskriptif, rekonsiliasi satuan, dan analisis sensitivitas kapasitas. Rerata jumlah barang di meja sortir pada kelompok berlabel cross-docking 45,01% lebih rendah, sedangkan rerata kuantitas pengemasan 274,09% lebih tinggi daripada sistem lama. Perbedaan tersebut belum mengukur produktivitas per jam maupun efek kausal karena durasi dan kesetaraan unit observasi tidak didokumentasikan. Dengan asumsi kapasitas sortir 15.000 kg per meja per gelombang, enam meja dan dua puluh truk berkapasitas 3.900 kg dapat melayani 77.000 kg per gelombang secara nominal, dengan cadangan angkut hanya 1.000 kg atau 1,30%. Apabila kapasitas meja ditafsirkan per hari sebagaimana salah satu pernyataan sumber, enam meja menyisakan kekurangan kapasitas 64.000 kg per hari pada dua gelombang kedatangan. Dataset tidak menyediakan timestamp sehingga penurunan waktu penyimpanan tidak dapat diestimasi. Penelitian menghasilkan evaluasi kelayakan bersyarat dan menunjukkan bahwa konfirmasi satuan, sinkronisasi keberangkatan, serta pencatatan waktu per batch diperlukan sebelum klaim eliminasi penyimpanan dapat diterima.