Latar Belakang: PT XYZ menghadapi masalah tingginya tingkat keterlambatan produksi dan pengiriman yang mencapai 53,70% akibat ketidakseimbangan antara perencanaan permintaan dan kapasitas mesin aktual. Kondisi ini dilatarbelakangi pada sistem perencanaan produksi eksisting yang belum mempertimbangkan batasan kapasitas mesin secara terintegrasi.Tujuan: Mensimulasikan integrasi Material Requirement Planning (MRP) dan Capacity Requirement Planning (CRP) guna meminimalisir keterlambatan produksi serta merumuskan strategi pemenuhan order.Metode: Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif berbasis data sekunder PPIC periode 2025, meliputi segmentasi pelanggan Recency, Frequency, Monetary-Contract (RFM-C), perhitungan MRP teknik Lot-For-Lot (LFL), serta evaluasi kapasitas dengan CRP.Hasil: Hasil penelitian mengidentifikasi bottleneck pada mesin cetak Heidelberg CD 102-6 warna (utilitas 90%) serta backlog produksi pada bulan Januari, Oktober, dan November. Kesenjangan order yang belum terselesaikan masing-masing sebesar 236.112 item, 217.546 item, dan 537.922 item.Kesimpulan: Integrasi MRP-CRP berhasil memetakan kendala kapasitas dan mengatasi backlog melalui kombinasi strategi jangka pendek (overtime dan subkontrak) serta strategi jangka panjang (pengadaan unit mesin baru). Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi metode RFM-C untuk prioritasi pelanggan kontrak pada model Business-to-Business (B2B) Make-to-Order (MTO) industri percetakan kemasan tanpa safety stock dan lead time yang sangat singkat.